Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengapa Anak Muda Kini Lebih Pilih Gaya Hidup Low Profile?

Magang Radar Malioboro • Senin, 26 Januari 2026 | 14:44 WIB
Low Profile. (AI/Gemini)
Low Profile. (AI/Gemini)

RADAR MALIOBORO - Ditengah gempuran media sosial yang menuntut setiap orang untuk terus memamerkan atau berbagi kehidupan mereka, yang kemudian muncul tren yang bergerak ke arah sebaliknya.

Generasi muda kini semakin banyak yang memilih untuk menjalani hidup low profile atau jarang mengunggah foto, tidak suka menjadi pusat perhatian, dan lebih fokus pada kualitas hidup ketimbang validasi dari likes dan komentar. Fenomena ini bukan tentang kurangnya pencapaian atau kebahagiaan, melainkan pilihan sadar untuk menjaga privasi dan ketenangan jiwa di era digital yang serba terbuka.

sebaliknya, pilihan untuk menghilang sejenak dari media sosial adalah pribadi yang membosankan atau tidak produktif, mereka yang menerapkan low profile justru menunjukkan kedewasaan emosional dan kepercayaan diri yang kuat.
Mereka tidak merasa perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun, tidak mencari pengakuan publik atas setiap pencapaian, dan lebih memilih merayakan momen-momen berharga secara personal bersama orang-orang terdekat.

Mengapa Anak Muda Memilih Gaya Hidup Low Profile?

Kehidupan mereka tetap penuh warna, traveling ke berbagai tempat, quality time bersama sahabat, mengembangkan minat pribadi, dan merayakan kesuksesan yang diraih.

Perbedaannya terletak pada cara mereka menyikapinya tidak semua momen harus didokumentasikan dan ditayangkan ke publik. Kebahagiaan menjadi sesuatu yang mereka rasakan dan nikmati secara pribadi, bukan tontonan yang disajikan untuk mendapat apresiasi orang lain.

low profile lifestyle membantu mengurangi stres dan kecemasan yang sering muncul akibat perbandingan sosial. Ketika seseorang tidak terlalu terpaku pada aktivitas media sosial, mereka terbebas dari tekanan untuk selalu terlihat produktif, bahagia, atau sukses di mata orang lain.
Mereka lebih fokus pada perkembangan diri yang nyata daripada sekadar citra yang dibangun di dunia maya.

Orang dengan gaya hidup low profile cenderung lebih tenang, tidak reaktif terhadap drama atau gosip, dan memiliki kemampuan mendengarkan yang baik.

Mereka tidak hanya berbicara tentang diri sendiri, tetapi juga menghargai pendapat dan kontribusi orang lain.

Perlu dipahami bahwa gaya hidup low profile bukan tentang mengasingkan diri dari pergaulan. Bedanya, mereka tidak merasa perlu menjadikan setiap aktivitas sebagai tontonan publik. Lingkaran pertemanan memang menjadi lebih selektif, namun kualitas hubungannya jauh lebih mendalam. Setiap pertemuan terasa lebih bermakna, dan kebersamaan dijalani dengan harmoni.

Dalam kesederhanaan inilah banyak dari mereka justru menemukan kehidupan yang lebih utuh dan seimbang. Ketimbang mengejar popularitas yang luas, mereka lebih memilih membangun koneksi yang benar-benar nyata dan bermakna.

Bagi generasi muda saat ini, pilihan ini bukan soal menjauh dari dunia, melainkan cara melindungi kesehatan mental mereka. Dan barangkali, di zaman yang mendorong semua orang untuk terus eksis secara digital, kehidupan yang damai tanpa sorotan publik justru menjadi privilege tersendiri.
( Tiya Ermiyati )

Editor : Iwa Ikhwanudin
#gaya hidup #anak muda #low profile