RADAR MALIOBORO - Momen perayaan yang membanggakan sekaligus menjadi peristiwa yang akan diingat dalam kehidupan merupakan hal yang lumrah terjadi.
Fenomena ini kerap sekali terjadi bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan sidang tugas akhir.
Baik dari perguruan tinggi negeri ataupun swasta, mahasiswa yang telah melaksanakan sidang akan diberi penghargaan kecil-kecilan sebagai bentuk apresiasi dari teman, keluarga, ataupun pasangan.
Baca Juga: Doom Scrolling Gen-Z: Dari Video Pendek Berujung Self-Labeling
Kebiasaan yang datang secara organik memberikan pandangan kebahagiaan murni setelah menempuh perjalanan panjang menuju akhir.
Maka dari itu, banyak yang memberikan buket, makanan, banner, bahkan selempang yang bertuliskan gelar.
Meskipun gelar resmi didapat setelah pelantikan yudisium, tetapi euforia memberikan hadiah bagi yang telah menyelesaikan sidang jauh lebih bermakna.
Lalu apa saja faktor yang mempopulerkan fenomena ini?
1. Tren media sosial
Platform besar seperti Instagram dan TikTok sangat mudah untuk diakses, sehingga perayaan yang berupa pencapaian akademik menjadi sangat masif.
2. Apresiasi dari teman dan keluarga
Selain itu, pengaruh dari lingkungan seperti teman seperjuangan kerap sekali memberikan dukungan penuh setelah stress menghadapi revisi dan bimbingan selama berbulan-bulan.
3. Pelepasan penat selama kuliah
Sidang dianggap sebagai titik puncak seorang mahasiswa dalam memperjuangkan akademik selama bertahun-tahun dibangku perkuliahan, sehingga perlu merayakannya dengan orang terdekat.
Fenomena perayaan ini wajar terjadi sebagai bentuk rasa syukur karena telah menyelesaikan studi di perguruan tinggi.
Akan tetapi, sebagai mahasiswa harus membatasi agar tidak merayakannya secara berlebihan.
Cukup merayakan dengan wajar, berfoto, dan tidak melebih-lebihkan.
Perlu diingat bahwa penyelesaian akademik secara resmi berakhir setelah menuntaskan segalanya di perguruan tinggi.
Editor : Meitika Candra Lantiva