Pengenalan Wajah Pangan Lokal yang Super Unik Dari Kimbab Kimpul, Salad Gembolo, Hingga Supreme Growol

Tita Aurelia Pitaloka • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:57 WIB
Cuplikan Video & Akun Tiktok @black.sheep8208 (Sumber: Tiktok)
Cuplikan Video & Akun Tiktok @black.sheep8208 (Sumber: Tiktok)

YOGYAKARTA — "Hari ini saya mau makan mashed potato, tapi karena saya tidak punya kentang, maka saya ganti kimpul."

Kalimat sederhana di atas kini menjadi pembuka yang paling dinantikan oleh para pengikut akun TikTok Black Sheep (@black.sheep8208). Lewat formula unik—menyebut hidangan populer lalu mengganti bahan utamanya dengan bahan pangan lokal—kreator di balik akun ini sukses menyulap umbi-umbian tradisional menjadi sajian kekinian yang memikat perhatian jutaan warganet.

Menerjemahkan Pangan Tradisional ke 'Bahasa' Kuliner Gen Z
Mulai konsisten mengangkat kekayaan pangan Nusantara sejak awal Juni, Black Sheep memfokuskan kontennya pada umbi-umbian dan bahan lokal yang mulai jarang melenggang di meja makan masyarakat modern.

Menariknya, ia tidak sekadar mengganti bahan, melainkan menerjemahkan pangan lokal ke dalam "bahasa" kuliner modern yang sudah familier di telinga generasi muda:

Baca Juga: Kembali Jadi Sorotan, Ini Deretan Lagu Olivia Rodrigo yang Paling Populer

- Growol disulap menjadi Growolbokki (terinspirasi dari tteokbokki Korea) hingga Supreme Growol.

- Kimpul diolah menjadi Mashed Kimpul, Kimbab Kimpul, Arancini Kimpul, Cikuro Kimpul, hingga Kimpul Au Gratin.

- Uwi dikreasikan menjadi Uwi Schotel dan Cheesy Uwi Pancake.

- Mie Lethek tampil ala pasta barat sebagai Creamy Lethek.

- Genjer dipadukan menjadi Seblak Genjer Kimpul—video yang sukses menembus lebih dari 2 juta penayangan.

Melalui perpaduan ini, bahan yang tadinya dianggap kuno atau asing seperti growol, uwi, dan kimpul mendadak terasa dekat, relevan, serta menggugah selera.

Deskripsi Rasa yang Hidup & Edukasi Gizi Ringan

Keunikan lain dari konten Black Sheep terletak pada caranya mendeskripsikan hidangan. Setiap selesai memasak, sang ibu akan menjelaskan tekstur, aroma, hingga cita rasa masakan dengan bahasa yang sangat hidup. Penonton yang belum pernah melihat kimpul atau growol mendadak bisa membayangkan betapa lembut dan gurihnya sajian tersebut.

Tak heran jika kolom komentarnya dibanjiri reaksi penasaran: "Bu, saya jadi kepo rasa kimpul."

Di sela-sela mengolah masakan, disisipkan pula penjelasan gizi mengenai kandungan serat, vitamin, dan manfaat kesehatan dari setiap umbi. Kontennya tak cuma menghibur, tapi juga menjadi ruang edukasi gizi pangan lokal.

Kebangkitan Jajanan Pasar & Fenomena 'Update Menu Ibu'

Baca Juga: Bangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Kulon Progo Segera Dimulai, Orang Tua Diminta Tidak Khawatir

Selain umbi-umbian, jajanan pasar dan makanan tradisional langka seperti gatot, enthok-enthok, tempe benguk, jadah, gethuk tiwul, sawut, gembolo, cemplon, hingga lemet turut diperkenalkan ulang. Bagi penonton senior, ini menjadi ajang nostalgia; sedangkan bagi anak muda, ini menjadi penemuan pengetahuan baru.

Interaksi yang terjalin pun sangat unik. Warganet bahkan membuat daftar rekapitulasi khusus di kolom komentar bertajuk "Update Menu Ibu Hari Ini" yang terus diperbarui setiap kali ada kreasi baru seperti salad gembolo, kebuli aking, cikimpul kimkuro, hingga kimpul wedges pakis namul.

Pangan Lokal Hanya Butuh Cara Bercerita yang Tepat
Fenomena viralnya Black Sheep membuktikan satu hal penting: tantangan pangan lokal saat ini bukanlah pada kualitas atau ketersediaannya, melainkan pada cara memperkenalkannya.

Pemilik akun Black Sheep itu tidak pernah mengubah identitas dasar dari growol, kimpul, atau uwi. Ia hanya mengajak masyarakat melihat potensi bahwa bahan tradisional bisa tampil anggun dan relevan dengan selera zaman sekarang.

Cukup dengan satu kalimat pembuka yang khas, pangan lokal terbukti mampu mencuri perhatian dunia digital dan membuktikan bahwa kuliner Nusantara selalu punya tempat di hati masyarakat jika diceritakan dengan cara yang tepat. 

Editor : Bahana.
pengenalan wajah supreme growol