Dulu Konotasinya Negatif, Kini "Centil" Ala Naykilla Jadi Simbol Kebebasan Gen Z, Begini Perjalanan Maknanya

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:32 WIB
Centil ala Naykilla. (Kolase Berbagai Sumber)
Centil ala Naykilla. (Kolase Berbagai Sumber)

 


RADAR JOGJA - Kata "centil" belakangan kembali ramai jadi perbincangan lewat tren Centil Era atau Centil Core yang menjamur di TikTok dan Instagram.

Salah satu sosok yang jadi rujukan tren ini adalah Naykilla, penyanyi hip-dut yang sedang naik daun.

Kata "centil" sebenarnya bukan istilah baru.

Bahkan makna aslinya justru jauh dari kesan positif yang melekat pada tren masa kini.

Baca Juga: DIY Adakan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Berlaku 1 Agustus-30 September 2026 


Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "centil" secara historis merujuk pada perilaku seseorang, khususnya perempuan, yang suka bergaya berlebihan agar terlihat menarik di mata orang lain.

Dalam penggunaan sehari-hari selama puluhan tahun, kata ini lebih sering dipakai sebagai sindiran.

Ditujukan pada perempuan yang dianggap terlalu genit atau cari perhatian, bukan sebagai pujian.

Baca Juga: Dukungan ke UMKM dan Apresiasi Pelanggan, JNE Berikan Promo Ongkir Mulai 2.000/kg ke seluruh Pulau Jawa hingga September


Tren "Centil Era" yang muncul belakangan justru membalikkan seluruh muatan negatif itu.

Gaya berpakaian era 80-90an dengan warna-warni playful, riasan yang tidak lagi mengejar kesan natural semata, casing ponsel penuh manik-manik, hingga kutek warna cerah, kini dipakai generasi muda sebagai identitas yang dirayakan.

Bukan lagi jadi sesuatu yang perlu dikoreksi.

Centil Era adalah gerakan merayakan keunikan diri apa adanya, termasuk sisi playful yang dulu justru dianggap kurang serius.

Meski kata dasarnya identik dengan perempuan, tren Centil Core belakangan juga mulai diadopsi laki-laki urban yang ingin tampil lebih ekspresif, keluar dari standar maskulinitas yang kaku. 

Baca Juga: Sering Salting tapi Merasa Kurang Dicintai? Bisa Jadi Kamu Beda Love Language!

Sesuatu yang di masa lalu, ketika kata "centil" masih murni bermuatan negatif, hampir mustahil terjadi, karena label itu sendiri identik dengan olokan yang ditujukan pada perempuan.

Perjalanan makna kata "centil" ini mencerminkan bagaimana bahasa terus bergerak dan berubah maknanya seiring waktu, mengikuti siapa yang menggunakannya.

Kata yang dulu dipakai untuk menghakimi cara perempuan tampil, kini justru dipakai perempuan sendiri.

Untuk menegaskan kebebasan tampil sesuka hati, tanpa perlu validasi dari standar kecantikan yang selama ini dianggap pantas. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
naykilla Centil Centil Core Simbol Kebebasan Gen Z hip-dut