Tren Parfum di Kalangan Mahasiswa Jogja: Semakin Wangi, Semakin Percaya Diri?

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:05 WIB
WANGI SEMERBAK: Mahasiswi tengah belanja parfum
WANGI SEMERBAK: Mahasiswi tengah belanja parfum

Penggunaan parfum di kalangan mahasiswa Yogyakarta kini tak lagi sekadar menjadi pelengkap saat menghadiri acara tertentu. Wewangian mulai menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari dan dianggap mampu menunjang penampilan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saat beraktivitas di kampus maupun di ruang publik.

Fenomena ini menunjukkan perubahan cara pandang anak muda terhadap parfum. Jika dulu parfum identik dengan momen spesial, kini banyak mahasiswa memilih aroma tertentu untuk menemani aktivitas harian, mulai dari kuliah, mengerjakan tugas di kafe, hingga bertemu teman.

Tren penggunaan parfum di kalangan mahasiswa Jogja semakin berkembang seiring meningkatnya pilihan produk yang tersedia di pasaran. Mahasiswa kini tidak lagi terpaku pada satu jenis aroma, tetapi mulai menyesuaikan parfum dengan kegiatan, pakaian, suasana hati, hingga lokasi yang akan dikunjungi.

Aroma segar dan ringan kerap dipilih untuk aktivitas di kampus, sementara wewangian dengan karakter lebih hangat atau manis sering digunakan saat menghadiri acara malam atau berkumpul bersama teman.

Baca Juga: Lagu "Astaga Bercanda" Mendunia, Thomas Müller hingga Seunghan Ikut Ramaikan Tren TikTok

Kebiasaan mencoba berbagai karakter parfum juga semakin mudah dilakukan berkat hadirnya parfum ukuran kecil, parfum isi ulang, hingga beragam merek lokal dengan harga yang lebih terjangkau.

Bagi sebagian mahasiswa, parfum bukan hanya soal tampil harum. Wewangian juga menjadi bagian dari cara membangun kesan pertama dan mengekspresikan karakter diri.

Aroma tertentu dipilih karena dianggap mencerminkan kepribadian, mulai dari kesan elegan, ceria, hingga santai. Tak sedikit pula yang merasa lebih percaya diri saat menggunakan parfum ketika presentasi di kelas, mengikuti organisasi, atau bertemu orang baru.

Pilihan aroma akhirnya menjadi sesuatu yang bersifat personal dan mencerminkan identitas masing-masing pemakainya.

Meningkatnya minat mahasiswa terhadap parfum turut membuka peluang bagi pelaku usaha wewangian di Yogyakarta. Sejumlah toko parfum kini menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih interaktif dengan menyediakan tester berbagai aroma.

Konsumen dapat mencoba, membandingkan, hingga mengenali karakter parfum sebelum memutuskan membeli. Pendekatan ini membuat mahasiswa lebih leluasa bereksperimen menemukan aroma yang sesuai dengan selera mereka.

Selain merek internasional, parfum lokal juga semakin diminati karena menawarkan variasi aroma yang beragam dengan harga yang lebih ramah di kantong mahasiswa.

Di tengah meningkatnya budaya memakai parfum, penggunaannya tetap menjadi pilihan pribadi, bukan kewajiban untuk mengikuti tren gaya hidup.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Kreator OnlyFans Msbreewc Ternyata Lulusan MBA di Kanada

Popularitas parfum di kalangan mahasiswa Yogyakarta menunjukkan bahwa wewangian kini telah berkembang dari sekadar produk perawatan tubuh menjadi salah satu bentuk ekspresi diri. Melalui aroma yang dipilih, banyak anak muda mencoba menunjukkan selera, suasana hati, hingga identitas mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Bahana.
Mahasiswa Jogja Wewangian Lokal yogyakarta gaya hidup parfum