Fenomena viral akan selalu menjadi bagian dari kehidupan di media sosial.
Sebuah peristiwa dapat menyebar dengan sangat cepat dan luas melalui media sosial.
Generasi Z atau biasa disebut Gen Z merupakan generasi yang sangat dekat dengan media sosial.
Bagi Gen Z, mencari informasi saat ini tidak selalu didapat dari situs berita, namun video pendek di media sosial seringkali menjadi pintu pertama untuk mengetahui sebuah berita.
Kini, konten-konten hiburan, gaya hidup, peristiwa terkini, bahkan edukasi bisa sangat mudah ditemukan melalui algoritma media sosial hingga kebiasaan menerima dan menyebarkan informasi menjadi keseharian Gen Z.
Baca Juga: Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Reza Rahadian Perankan Biru Laut
Namun, kemudahan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah informasi yang viral selalu benar?
Kementrian Komunikasi dan Digital secara berkala menerbitkan klarifikasi terhadap informasi yang dinyatakan hoaks.
Artinya, informasi yang ramai diperbincangkan di media social tetap perlu dibandingkan dengan sumber resmi sebelum dipercaya atau disebarkan.
Kebanyakan konten viral di media sosial masih belum memiliki sumber yang jelas dan terpercaya. Informasi yang disebar dapat dipotong atau bahkan peristiwa lama dapat diunggah kembali seakan-akan hal tersebut baru saja terjadi.
Kecepatan menjadi salah satu kelebihan media sosial, namun di sisi lain dapat menjadi masalah ketika pengguna tidak memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. Memverifikasi berita menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum menyebarluaskannya.
Prinsip ini sejalan dengan konsep tabayyun, yaitu memeriksa dan memastikan kembali kebenaran sebuah informasi.
Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk memverifikasi berita yaitu dengan mengecek siapa yang menyampaikan informasi tersebut, apakah berasal dari media yang jelas?
Baca Juga: Hursa Gandeng Nadhif Basalamah di “Bukan Kendalimu”, Lagu tentang Berdamai dengan Keadaan
Jangan hanya mengandalkan satu unggahan, tetapi juga membandingkannya dengan sumber atau media lain yang masih berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Selanjutnya periksa terlebih dahulu tanggal dan konteks berita. Langkah-langkah tersebut penting dilakukan guna memastikan informasi yang diterima falid dan bukan berita hoaks.
Editor : Bahana.