Dunia perkuliahan memasuki tingkat akhir kerap menjadi salah satu fase paling melelahkan bagi mahasiswa. Beban skripsi, tugas akhir, revisi, hingga jadwal bimbingan dapat menguras waktu dan energi, terlebih bagi mahasiswa perantauan yang harus menjalani kehidupan secara mandiri sebagai anak kos.
Padatnya aktivitas tersebut idealnya diimbangi dengan pola hidup sehat. Namun, kenyataannya banyak mahasiswa justru mengabaikan kebutuhan tubuh ketika tenggelam dalam kesibukan menyelesaikan tugas akhir.
Salah satu masalah kesehatan yang cukup sering menghampiri adalah gangguan asam lambung atau maag. Keluhan seperti nyeri di ulu hati, sensasi panas di dada, mual, hingga rasa tidak nyaman pada tubuh dapat muncul ketika mahasiswa terlalu sering melewatkan waktu makan dan kurang beristirahat.
Tekanan menyelesaikan skripsi juga dapat membuat kondisi semakin berat. Revisi yang berulang, tuntutan dosen pembimbing, serta tenggat waktu yang semakin dekat dapat meningkatkan stres. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem pencernaan dan memperburuk keluhan pada lambung.
Pola hidup yang tidak teratur menjadi faktor lain yang kerap dialami anak kos. Demi menghemat waktu, mahasiswa terkadang menunda makan atau memilih makanan praktis seperti mi instan, gorengan, makanan pedas, maupun makanan tinggi lemak.
Baca Juga: Mengapa Rp100 Ribu Sekarang Cepat Sekali Habis? Ini Cara Mengatasinya
Kebiasaan tersebut sering diperparah dengan konsumsi kopi secara berlebihan. Minuman berkafein kerap menjadi andalan mahasiswa untuk menjaga mata tetap terjaga saat harus mengerjakan skripsi hingga larut malam.
Jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus, keluhan lambung dapat semakin mudah muncul. Karena itu, menjaga pola makan dan waktu istirahat tetap penting meskipun tugas akhir sedang menumpuk.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menghindari kondisi perut kosong terlalu lama. Mahasiswa bisa menyediakan camilan yang relatif ringan, seperti biskuit gandum, pisang, atau oat, ketika harus berlama-lama di depan laptop.
Konsumsi kopi dan minuman berkafein juga sebaiknya dibatasi, terutama menjelang waktu tidur. Selain itu, hindari langsung berbaring setelah makan dan berikan jeda sebelum tidur.
Mengatur waktu istirahat juga tidak kalah penting. Beristirahat sejenak di sela pengerjaan skripsi dapat membantu tubuh dan pikiran kembali rileks sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan dengan lebih baik.
Menyelesaikan tugas akhir memang menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih gelar sarjana. Namun, kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Dengan menjaga pola makan, mengelola stres, dan memberikan tubuh waktu untuk beristirahat, mahasiswa dapat menyelesaikan skripsi tanpa mengabaikan kondisi tubuh.