Totebag Memang Stylish, tapi Benarkah Aman untuk Kesehatan? Ini Risikonya

Perawati • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:08 WIB
Hidup sehat namun tetap bergaya menggunakan bagpack. (Pinterest)
Hidup sehat namun tetap bergaya menggunakan bagpack. (Pinterest)

 

Totebag banyak digemari di kalangan anak muda saat ini karena dianggap praktis, minimalis, dan sangat fleksibel untuk dipadupadankan dengan berbagai gaya pakaian sehari-hari.

Di area kampus hingga kafe-kafe populer, tas berbahan kain atau kulit sintetis ini bertransformasi dari sekadar alat pembawa barang menjadi simbol identitas dan ekspresi diri. 

Kepraktisannya dalam mengakses barang tanpa perlu melepaskan tas dari bahu makin mengukuhkan posisi totebag sebagai pelengkap penampilan favorit generasi muda masa kini.

Namun, di balik tampilan estetik yang sangat digandrungi tersebut, kebiasaan membawa beban pada satu sisi bahu menyimpan kompromi kesehatan yang cukup serius.

Menanggung perlengkapan harian seperti laptop, dokumen, hingga botol minum secara berulang pada satu titik tumpu memaksa tubuh melakukan kompensasi posisi secara tidak alami.

Baca Juga: Momen Kamari dan Justin Hubner Salah Paham Gara-Gara Kendala Bahasa, Bikin Netizen Gemas

Bahu yang menahan beban akan terangkat lebih tinggi secara refleks, sementara tulang belakang cenderung melengkung ke satu sisi demi mempertahankan keseimbangan tubuh saat berjalan.

Penggunaan totebag berbeban berat dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan fisik yang sering dikeluhkan anak muda, mulai dari ketegangan otot leher hingga nyeri punggung atas.

Posisi tubuh yang miring secara terus-menerus memicu terjadinya asimetri postur serta kelelahan otot unilateral pada satu sisi saja. Beban yang terpusat tanpa adanya dukungan dari struktur punggung secara menyeluruh dapat mempercepat risiko masalah tulang belakang di usia muda.

Berbeda dengan totebag, backpack atau tas punggung dirancang dengan prinsip ergonomis yang jauh lebih ramah terhadap anatomi tubuh manusia. 

Keunggulan utamanya terletak pada distribusi beban yang simetris, di mana dua tali bahu membagi berat muatan secara merata ke seluruh area punggung kanan dan kiri. 

Hal ini mencegah tekanan berlebih pada satu titik sendi serta menjaga kelengkungan alami tulang belakang tetap tegap sempurna.

Selain menjaga postur tetap seimbang, penggunaan backpack juga memberikan efisiensi gerak yang lebih optimal dengan membebaskan kedua tangan untuk beraktivitas.

Baca Juga: Kebiasaan Bawa Tumbler: Satu Botol yang Bisa Mengubah Gaya Hidup dan Isi Dompet

Menjaga posisi beban agar tetap berada dekat dengan pusat gravitasi tubuh merupakan investasi jangka panjang untuk mencegah cedera postural sejak dini. 

Dengan makin banyaknya pilihan desain backpack yang modern dan stylish saat ini, generasi muda sebenarnya tetap bisa tampil modis tanpa harus mengorbankan kesehatan bahu dan tulang belakang mereka.

Editor : Bahana.
totebag backpack postur tubuh gaya hidup kesehatan