Matcha semakin mudah ditemukan dalam berbagai menu minuman dan makanan, mulai dari matcha latte hingga kreasi dessert. Warna dan cita rasanya yang khas membuat matcha menjadi salah satu minuman yang populer di kalangan anak muda.
Di balik popularitasnya, matcha juga kerap dikaitkan dengan kemampuan membantu menjaga fokus. Tidak sedikit orang memilih matcha sebagai teman bekerja, belajar, maupun mengerjakan tugas karena dianggap memberikan efek yang lebih tenang dibandingkan kopi.
Namun, benarkah matcha dapat membantu meningkatkan fokus?
Sejumlah penelitian memang menemukan adanya potensi matcha dan kandungan di dalamnya yang mendukung fungsi perhatian, tetapi efek tersebut tidak berarti matcha secara otomatis membuat seseorang lebih fokus.
Baca Juga: Bukan Sekadar Drama Medis, The Trauma Code: Heroes on Call Bikin Penonton Belajar Istilah Kedokteran
Mengandung Kafein dan L-Theanine
Matcha merupakan teh hijau yang dibuat dengan menggiling daun teh menjadi bubuk halus. Karena seluruh bagian daun dikonsumsi, matcha mengandung sejumlah senyawa yang juga terdapat dalam teh hijau, termasuk kafein dan L-theanine. Kedua kandungan tersebut menjadi perhatian dalam penelitian mengenai fungsi kognitif dan perhatian.
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2021 melibatkan 42 orang dewasa muda berusia 25–34 tahun. Peserta mengonsumsi dua gram matcha setiap hari selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang mengonsumsi matcha memiliki waktu reaksi yang lebih baik dalam salah satu tes perhatian setelah mengalami stres psikologis ringan dibandingkan kelompok plasebo.
Peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi matcha berpotensi membantu mempertahankan fungsi perhatian dalam kondisi stres ringan. Namun, hasil tersebut tidak berarti seluruh fungsi kognitif mengalami peningkatan.
L-Theanine Jadi Salah Satu Kunci
Selain kafein, L-theanine menjadi salah satu komponen yang menarik perhatian peneliti. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada Juli 2026 menganalisis 31 uji acak dengan total 1.168 peserta. Penelitian tersebut menemukan bahwa satu dosis 200 miligram L-theanine memberikan peningkatan signifikan pada waktu reaksi pilihan yang berkaitan dengan perhatian. Namun, pengaruhnya terhadap stres dinilai lebih modest dan sejumlah keterbatasan penelitian masih perlu diperhatikan.
Matcha dan Tren Gaya Hidup Anak Muda
Popularitas matcha juga tidak bisa dilepaskan dari perkembangan tren gaya hidup anak muda. Matcha kini tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk teh tradisional. Banyak kafe menawarkan berbagai hidangan dari matcha dengan tampilan yang menarik.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Benarkah Mencabut Uban Bisa Memicu Uban Baru?
Tidak heran jika matcha semakin sering muncul di media sosial dan menjadi salah satu pilihan minuman yang dianggap memiliki daya tarik visual sekaligus rasa yang khas.
Editor : Bahana.