RADAR MALIOBORO - Di saat HP sudah bisa menghasilkan foto supertajam dalam hitungan detik, kenapa anak muda justru rela berburu kamera digital jadul?
Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi tren yang terjadi belakangan cukup menarik.
Gen Z yang dikenal sebagai generasi digital justru mulai menggandrungi berbagai barang dari era 90-an dan 2000-an, mulai dari digicam, kaset pita, CD, hingga pakaian vintage.
Baca Juga: Mengenal FOMO di Era TikTok: Antara Takut Ketinggalan Tren atau Kehilangan Arah Hidup
Benda-benda yang dulu dianggap kuno kini kembali terlihat keren.
Bahkan, hasil foto yang buram dan penuh grain justru dianggap lebih menarik daripada foto yang terlalu sempurna.
Lantas, apa yang sebenarnya dicari Gen Z dari barang-barang masa lalu?
Nostalgia Tanpa Pernah Mengalaminya
Menariknya, sebagian Gen Z bahkan tidak benar-benar mengalami era 90-an dan 2000-an.
Mereka mengenalnya melalui cerita orang tua, film lama, musik, dan terutama media sosial.
Baca Juga: Di Balik Segelas Tuak Batak Karo, Ada Tradisi, Kebersamaan, dan Warisan dari Tanah Karo
TikTok, Instagram, dan YouTube ikut membuat tren throwback kembali populer.
Gaya Y2K, musik lawas, barang elektronik jadul, hingga foto dengan kamera digicam terus bermunculan di media sosial.
Akhirnya, sesuatu yang dulu dianggap ketinggalan zaman justru terlihat keren bagi generasi sekarang.
Digicam Jadi Favorit
Salah satu tren yang paling mencolok adalah kembalinya kamera digital saku atau digicam.
Hasil fotonya yang sedikit buram, grainy, warna yang tidak terlalu sempurna, dan penggunaan flash yang khas justru menjadi daya tarik.
Di saat kamera HP berlomba menghasilkan foto yang tajam dan sempurna, digicam memberikan kesan yang lebih spontan dan apa adanya.
Bagi sebagian anak muda, foto yang tidak sempurna justru terasa lebih hidup.
Baca Juga: 11 Tahun Dendam, Nelayan Sampang Madura Tewas Dibacok Celurit
Bukan Cuma Soal Gaya
Tren retro juga terlihat dari meningkatnya minat terhadap vinyl, kaset, CD, pakaian vintage, hingga thrifting.
Barang-barang tersebut tidak hanya digunakan karena terlihat keren.
Ada yang memilihnya karena ingin tampil berbeda, mencari barang yang unik, atau mengurangi kebiasaan membeli produk baru.
Di media sosial, barang jadul akhirnya bukan sekadar benda lama, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup.
Kenapa Gen Z Kembali ke Masa Lalu?
Mungkin jawabannya justru ada pada kehidupan yang mereka jalani sekarang.
Gen Z tumbuh di tengah dunia yang serba cepat dan digital.
Segala sesuatu bisa dilakukan secara instan, mulai dari mendengarkan musik hingga mengambil dan mengedit foto.
Karena itu, benda-benda lawas yang membutuhkan proses dan menghasilkan sesuatu yang tidak sempurna justru terasa lebih menarik.
Baca Juga: Genggam iPhone 18 Pro Burgundy di Instagram, ROSÉ dan Apple Ukir Sejarah Baru Musik Dunia
Gen Z tidak sekadar menghidupkan kembali masa lalu.
Mereka mengambil elemen dari era tersebut lalu menggabungkannya dengan gaya masa kini.
Pada akhirnya, tren tidak selalu berarti sesuatu yang baru.
Kadang, barang yang pernah dianggap usang justru menjadi sesuatu yang paling menarik ketika ditemukan kembali.
Editor : Meitika Candra Lantiva