Lansia di Jepang Cetak Rekor, 100 Ribu Warga berusia Lebih dari 1 Abad

Perawati • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB
Ilustrasi lansia. (Foto:Magnific)
Ilustrasi lansia. (Foto:Magnific)

Jepang telah dilanda penurunan populasi selama beberapa dekade, tetapi saat ini Jepang mencatatkan rekor baru dalam aspek harapan hidup masyarakatnya. 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jumlah warga berusia 100 tahun ke atas resmi menembus angka 100 ribu orang. 

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mencatat jumlah lansia di kategori ini naik menjadi 107.677 orang per September, melonjak hampir 8.000 jiwa dibanding tahun sebelumnya sekaligus menandai tren kenaikan berturut-turut selama 56 tahun (15/9).

Mayoritas dari populasi lansia tersebut didominasi oleh kaum perempuan, yakni mencapai 88 persen atau sebanyak 94.298 orang. 

Saat ini, gelar warga tertua di Jepang dipegang oleh Fuyo Kishimoto, seorang wanita berusia 114 tahun asal Kyoto, dan Hikaru Kato, pria berusia 112 tahun dari Kumamoto.

Baca Juga: Bikin Gamer Indonesia Heboh, Marvel’s Wolverine Tampilkan Pecel Lele hingga Tempe Goreng Seharga Rp1

Menteri Kesehatan Kenichiro Ueno menyambut hangat pencapaian ini dan mengaku sangat senang melihat banyaknya warga yang tetap aktif serta sehat hingga memasuki usia senja.

Jepang secara konsisten menduduki peringkat sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup terpanjang di dunia, dengan rata-rata harapan hidup 84 tahun pada tahun 2024, menurut Bank Dunia.

Para peneliti menilai kombinasi antara pola makan kaya nutrisi, sistem layanan kesehatan yang sangat maju, serta penerapan filosofi ikigai yang mendorong setiap individu menemukan makna dan kebahagiaan dalam hidup.

Namun di balik rekor membanggakan ini, melonjaknya populasi lansia justru membawa tantangan besar bagi perekonomian terbesar keempat di dunia itu.

Pembengkakan biaya perawatan lansia kini kian membebani anggaran negara di tengah krisis penyusutan tenaga kerja. Ditambah lagi, total populasi Jepang yang berada di angka 123 juta jiwa terus mengalami penurunan akibat rekor angka kelahiran yang merosot tajam. 

Situasi dilematis ini makin pelik karena meski membutuhkan tenaga kerja asing, pemerintah Jepang belakangan mulai memperketat visa di tengah menguatnya sentimen anti-asing.

Editor : Bahana.
lansia jepang lansia jepang