Gaya Hidup Anti Boros: Lima Jurus Jitu Kantong Tebal ala Mahasiswa Jogja

Perawati • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 14:38 WIB
Ilustrasi mahasiswa hidup hemat di Jogja. (AI Generated)
Ilustrasi mahasiswa hidup hemat di Jogja. (AI Generated)

Tinggal di kota pelajar memang menawarkan sejuta pesona, mulai dari kuliner kekinian hingga tempat nongkrong hits di setiap sudut Jogja. Namun, di balik gaya hidup anak muda Jogja, ancaman kantong kering di akhir bulan selalu mengintai para mahasiswa.

Tak sedikit mahasiswa yang terpaksa mengandalkan mi instan saat kiriman orang tua belum kunjung sampai. Meski demikian, ada sebagian mahasiswa yang berhasil tetap survive dan menjaga isi dompetnya tetap tebal tanpa harus mengorbankan kebutuhan harian.

Lantas, bagaimana rahasianya? Berikut lima jurus hemat ala mahasiswa Jogja yang bisa diterapkan agar keuangan tetap sehat sepanjang semester:

1. Rem Keinginan Nongkrong, Skip Kopi Viral

Tren coffee shop dan jajanan kekinian memang menggoda. Namun, kebiasaan membeli kopi racikan seharga Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per cangkir jika dilakukan saban hari bisa membobol anggaran bulanan. Menahan diri untuk tidak selalu tergiur jajanan viral menjadi kunci utama menekan pengeluaran yang tidak perlu.

Baca Juga: Mak Vera Siapkan Album untuk Enam Artis Muda Binaannya

2. Memanfaatkan Air Gratis di Kampus

Satu di antara trik simpel tapi berdampak besar adalah membawa botol minum (tumbler) sendiri dari kos. Hampir seluruh kampus di Jogja kini menyediakan fasilitas water refilling station atau dispenser gratis. Membiasakan isi ulang air minum saat datang dan hendak pulang kampus terbukti ampuh menghemat alokasi beli air mineral kemasan harian.

3. Batasi Pesan Makan Online

Kemudahan aplikasi food delivery sering kali menjebak. Selain harga menu yang kerap di-markup, biaya aplikasi dan ongkos kirim bikin pengeluaran membengkak tanpa disadari. Mahasiswa hemat lebih memilih jalan kaki atau berkendara sebentar mencari warung makan atau burjo terdekat secara langsung.

4. Buru Tempat Nugas Bebas Biaya

Menyelesaikan tugas kuliah tak harus berbiaya mahal di kafe. Perpustakaan kampus, perpustakaan daerah (Puspita/Grhatama Pustaka), hingga kamar kos menjadi opsi terbaik untuk fokus belajar. Selain suasananya kondusif, tempat-tempat ini menyediakan koneksi WiFi kencang secara gratis tanpa kewajiban membeli makanan dan minuman.

5. Maksimalkan Transportasi Umum

Tingginya harga bahan bakar dan biaya perawatan kendaraan pribadi bisa dipangkas dengan beralih ke transportasi publik.

Baca Juga: Trump Bentuk Super Intelligence Force, AS Siapkan Strategi Kuasai Teknologi AI

Menggunakan bus Trans Jogja yang ramah di kantong dengan tarif khusus pelajar/mahasiswa atau cukup berjalan kaki untuk jarak dekat, jadi langkah cerdas berhemat sekaligus mengurangi kemacetan jalanan Jogja.

Terapkan lima langkah sederhana ini secara konsisten. Sebab, hemat bukan berarti mengekang diri, melainkan bentuk bijak dalam mengelola keuangan demi masa depan yang lebih terencana.

Editor : Bahana.
hidup boros boros mahasiswa jogja