Thrifting Jadi Tren Anak Muda, Bukan Sekadar Berburu Baju Murah

Syofiyanti Ningsi Dg Parany • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 15:03 WIB
Berburu baju bekas masih layak (thrifting). (Tiktok/@afnipurnama)
Berburu baju bekas masih layak (thrifting). (Tiktok/@afnipurnama)

 

RADAR MALIOBORO - Jaket denim lawas, kaus band vintage, hingga kemeja flanel kini menjadi incaran anak muda.

Pakaian tersebut banyak ditemukan di lapak thrifting, menawarkan gaya unik tanpa harus menguras dompet.

Thrifting bukan lagi sekadar cara berhemat, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan sarana mengekspresikan diri.

Thrifting adalah kegiatan membeli barang bekas yang masih layak pakai, terutama pakaian.

Barang ini tersedia di pasar, toko khusus, hingga platform daring.

Baca Juga: Ketika Kebaya Dipasangkan Respirator, Jeritan Budaya di Tengah Lahan Hangus

Sementara itu, preloved merujuk pada barang yang sebelumnya dimiliki orang lain dan dijual kembali.

Lima Alasan Thrifting Digemari:

1. Harga terjangkau. Anak muda bisa mendapatkan pakaian menarik dengan biaya lebih hemat dibandingkan membeli barang baru.

2. Model unik. Banyak pakaian thrift tersedia dalam jumlah terbatas sehingga memberi kesempatan untuk tampil berbeda.

3. Serunya berburu barang. Menemukan pakaian bagus di antara tumpukan baju dengan harga miring memberikan kepuasan tersendiri.

Baca Juga: Bayi 24 Hari di Surabaya Meninggal Usai Dirawat, Dugaan Pemberian Telur Mentah Jadi Sorotan

4. Tren vintage. Jaket lawas, jersey bola, dan celana baggy era 90-an hingga 2000-an kembali diminati.

5. Mengurangi limbah tekstil. Menggunakan kembali pakaian layak pakai dapat memperpanjang masa pakainya dan membantu mengurangi limbah.

TikTok, Instagram, dan YouTube turut memopulerkan thrifting melalui konten thrift haul, rekomendasi tempat belanja, dan inspirasi outfit.

Tren ini menunjukkan bahwa tampil modis tidak harus mahal.

Sebelum membeli, periksa kondisi pakaian, mulai dari jahitan, noda, hingga resleting.

Baca Juga: Hari Museum Nasional, Saatnya Ubah Pandangan: Museum Bukan Sekadar Gudang Benda Kuno

Cuci pakaian sebelum digunakan dan bandingkan harga agar tidak membayar terlalu mahal.

Perhatikan pula asal barang. Impor pakaian bekas dilarang di Indonesia, sehingga penting membedakan pakaian bekas impor dengan barang preloved yang diperjualbelikan secara lokal.

Thrifting digemari karena menawarkan harga hemat, model unik, dan gaya vintage yang kembali populer.

Namun, belanja tetap perlu dilakukan secara bijak.

Pilih pakaian yang benar-benar dibutuhkan agar hemat bukan sekadar soal harga, tetapi juga kebiasaan konsumsi.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Berburu Baju Murah preloved tren anak muda Thrifting