Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Laba Gudang Garam Amblas hingga 87 Persen Di Tengah Isu PHK Massal

Bahana. • Senin, 8 September 2025 | 21:46 WIB
Photo
Photo

RADAR MALIOBORO - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diterpa isu PHK massal, beredar video suasana perpisahan karyawan berseragam merah biru dengan narasi PHK massal.

Belum bisa dipastikan kapan pertama kali rekaman itu diunggah, namun tagar Gudang Garam langsung trending di media sosial sejak Sabtu (6/9/2025) dan ramai diunggah ulang di TikTok maupun X.

Menanggapi isu tersebut, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan masih menelusuri kebenarannya.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan kabar ini belum dapat diverifikasi.

“Saya baru dapat info dari anggota KSPI, sedang di cek ulang,” ujar Said Iqbal, Sabtu (6/9/2025).

Sementara itu, PT Merdeka Nusantara Mitra Produksi yang merupakan mitra Gudang Garam di Tuban menegaskan video viral tersebut bukan berasal dari pabrik mereka.

“Sampai dengan saat ini, di pabrik Tuban tidak ada PHK atau sejenisnya,” ujar Adib Musyafa saat dikonfirmasi, dikutip dari Kompas.

Laba Gudang Garam Amblas 87 Persen

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dalam laporan performa keuangan mengalami penurunan signifikan, penjualan hingga laba bersih pun amblas.

Pada paruh pertama 2025 laba tersebut amblas hingga 87% menjadi hanya Rp 120,2 miliar, jauh lebih rendah dibanding Rp925,5 miliar pada semester I 2024.

Laporan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebut penurunan laba tersebut disebabkan pendapatan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang turun 11,4% menjadi Rp 44,36 triliun hingga Juni 2025 dari pendapatan Juni 2024 yang sebesar Rp 50,02 triliun.

Laba usaha PT Gudang Garam Tbk (GGRM) hingga semester pertama juga amblas menjadi Rp 513,7 miliar dari Juni 2024 yang sebesar Rp 1,613 triliun.

Total aset PT Gudang Garam Tbk (GGRM) hingga tahun 2025 semester I juga mengalami penurunan menjadi Rp 79,8 triliun dari aset akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 84,9 triliun.

Pada perdagangan saham, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) ternilai Rp 8.950 per saham, turun 3,24% dengan kapitalisasi pasar Rp 17,22 triliun.

Sejak memasuki awal tahun, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) telah turun 32%, dalam setahun terakhir turun 43%, tiga tahun terakhir terkoreksi 66% dan dalam lima tahun terakhir turun 82%.

Sejumlah analis menilai tekanan yang dapat mempengaruhi kinerja Gudang Garam, seperti faktor naiknya cukai, maraknya rokok ilegal, hingga melemahnya daya beli masyarakat.

Kondisi seperti ini kemudian memicu spekulasi terkait langkah efisiensi perusahaan, meski isu PHK massal tetap dibantah oleh manajemen.

Penulis: Ayu Andayani Saputri

Editor : Bahana.
#gudang garam