RADAR MALIOBORO - Tahun 2026 diprediksi jadi tahun yang sibuk untuk pasar saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 13 perusahaan yang sudah masuk antrean IPO, atau rencana penawaran saham perdana. Mayoritas berasal dari sektor keuangan, energi, bahan baku, hingga infrastruktur.
BEI menyebut sebagian besar calon emiten ini merupakan perusahaan dengan aset besar, di atas Rp250 miliar. Artinya, bisnis mereka sudah berjalan dan tidak benar-benar mulai dari nol. Ini jadi salah satu alasan IPO 2026 cukup menarik bagi investor ritel yang ingin cari tambahan cuan.
Pemerintah juga menilai kondisi pasar cukup positif. Kinerja IHSG sepanjang 2025 yang menguat dapat memberi modal kepercayaan diri bagi perusahaan untuk melantai di bursa pada awal 2026. Sentimen ini sering disebut sebagai January Effect, di mana awal tahun kerap diwarnai minat beli investor.
Baca Juga: Firman Nugraha Mulai Pulih, Tapi Akui Dada Masih Sesak Usai Tendangan Brutal di Liga 4
Meski begitu, investor ritel tetap perlu selektif. Tidak semua saham IPO langsung naik atau cocok untuk jangka panjang. Beberapa saham hanya ramai di awal, lalu pergerakannya melambat setelah euforia mereda.
Saham IPO dari sektor energi, keuangan, dan infrastruktur umumnya lebih stabil karena bisnisnya dekat dengan kebutuhan ekonomi. Sementara sektor lain bisa memberi peluang lebih besar, tapi risikonya juga lebih tinggi.
(Affrendi Kurniawan)