Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Rupiah Menguat Tajam ke Rp16.802 per Dolar AS, Sentimen Positif dari Pelemahan Dolar dan Kebijakan Global, Prediksi Hari Ini Rupiah Tetap Kuat

Editor Content • Selasa, 24 Februari 2026 | 07:05 WIB

Ilustrasi nilai rupiah menguat terhadap dolar Amerika.
Ilustrasi nilai rupiah menguat terhadap dolar Amerika.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan performa menggembirakan. Pada penutupan perdagangan Senin (23/2/2026), rupiah berhasil menguat signifikan 86 poin atau 0,51% ke level Rp16.802 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg yang dikutip berbagai media nasional.

Penguatan ini menjadi trending di media sosial dan portal berita ekonomi, dengan banyak netizen di X (Twitter) dan Instagram membahas dampak positifnya bagi ekonomi domestik, terutama di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan perdagangan AS.

Penyebab Utama Penguatan Rupiah

Menurut analis pasar, penguatan rupiah didorong beberapa faktor utama:

Pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,34% ke posisi 97,46, akibat data ekonomi AS yang lesu, termasuk penurunan angka PDB lebih rendah dari ekspektasi.

Sentimen positif dari keputusan Mahkamah Agung AS yang membatasi sebagian rencana tarif impor Presiden Trump, sehingga mengurangi tekanan proteksionisme dan membuat dolar AS kehilangan daya tarik.

Stabilitas domestik: Defisit APBN yang terkendali dan pertumbuhan M2 (jumlah uang beredar) yang meningkat turut mendukung kepercayaan investor terhadap rupiah.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan, "Rupiah berhasil memanfaatkan momentum pelemahan dolar secara global. Ini menjadi angin segar bagi pelaku ekonomi Indonesia."

Prediksi Pergerakan Hari Ini (Selasa, 24 Februari 2026)

Pada perdagangan hari ini, rupiah diprediksi masih berpotensi menguat terbatas atau bergerak sideways di rentang Rp16.750 - Rp16.900 per dolar AS. Absennya data ekonomi besar dari AS dan domestik membuat pergerakan cenderung stabil, meski risiko defisit fiskal domestik tetap perlu diwaspadai.

Data kurs terkini dari Bank Indonesia (BI) dan bank besar seperti BCA menunjukkan rupiah berada di kisaran e-rate beli Rp16.757 dan jual Rp16.817 (per 24/2 pagi WIB), konsisten dengan tren penguatan.

Baca Juga: Aktor Kim Do Hoon Beri Klarifikasi Soal Tuduhannya Melakukan Pelecehan dengan Mengelus Tangan Karina AESPA

Dampak bagi Ekonomi Jogja dan Nasional

Bagi masyarakat Yogyakarta dan wilayah DIY, penguatan rupiah ini berpotensi menekan inflasi impor, membuat harga barang impor seperti elektronik, bahan baku industri, dan BBM lebih terjangkau. Pelaku usaha ekspor di sektor pariwisata, UMKM batik, dan kerajinan juga mendapat keuntungan dari biaya produksi yang lebih rendah jika ada komponen impor.

Sementara itu, investor saham di BEI menyambut baik, dengan IHSG berpeluang menguat terbatas hari ini berkat sentimen rupiah yang perkasa. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Rupiah menguat #kurs rupiah #fluktuasi mendadak #gejolak global #nilai tukar rupiah #penguatan rupiah #info terkini seputar ekonomi