RADAR MALIOBORO – Kabar menyedihkan datang dari dunia musik dan aktivisme Indonesia.
John Tobing, pencipta lagu ikonik "Darah Juang" yang sering menjadi anthem demonstrasi mahasiswa, tengah berjuang melawan penyakit stroke di sebuah rumah sakit di Yogyakarta.
Lagu yang telah menginspirasi ribuan perjuangan sosial ini kini membuat para penggemar dan aktivis berdoa untuk kesembuhan sang maestro.
Apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana kondisinya saat ini?
Menurut informasi, John Tobing telah dirawat selama sekitar 10 hari di Rumah Sakit Panti Rini, Kalasan, Sleman.
Kondisinya disebabkan oleh penyumbatan di otak yang disusul penyumbatan di paru-paru, membuatnya harus menjalani perawatan intensif di ICU.
"Bisa merespons, tapi sulit untuk berkomunikasi," ungkap sumber tersebut, Rabu (10/12/2025).
Karena keterbatasan alat medis di RS Panti Rini, pihak keluarga sedang mengurus rujukan ke Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Proses ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan John, yang selama ini dikenal sebagai musisi yang karyanya tak lekang oleh waktu.
Lagu "Darah Juang" sendiri telah menjadi simbol perlawanan dan semangat juang bagi generasi muda, sering terdengar di aksi-aksi demonstrasi mahasiswa sejak era reformasi.
Keluarga John Tobing menyampaikan permohonan doa dari masyarakat luas.
"Kami meminta doa untuk kesembuhan John Tobing, yang telah menemani begitu banyak perjuangan melalui karyanya," kata wakil keluarga John Tobing.
Kabar ini pertama kali menyebar melalui reel Instagram.
Kisah John Tobing menjadi pengingat betapa rapuhnya kesehatan di tengah dedikasi seumur hidup untuk seni dan perubahan sosial.
Bagi para aktivis dan mahasiswa, ini bukan hanya kabar sakit seorang musisi, tapi juga panggilan untuk terus menjaga semangat "darah juang" yang ia wariskan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin