Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Deretan Lagu yang Menggema di Saemen Fest 2025, Dari Vierratale hingga Hindia

Magang Radar Malioboro • Senin, 15 Desember 2025 | 21:37 WIB
Photo
Photo

Saemen Fest 2025 yang digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada 14 Desember 2025 menghadirkan rangkaian lagu yang membuat penonton larut dari sore hingga malam.

Setiap musisi membawa karakter masing-masing, membentuk perjalanan musikal yang perlahan naik hingga mencapai puncaknya di penghujung acara.

Vierratale membuka rangkaian penampilan dengan lagu-lagu yang sudah lama melekat di ingatan penonton.

“Bersamamu” dan “Terlalu Lama” langsung menciptakan suasana akrab, disusul “Jadi yang Ku Inginkan” yang dinyanyikan bersama oleh ribuan penonton. Momen spesial hadir ketika Vierratale membawakan “Perih Itu” yang dipadukan dengan lagu “Esa” milik 510, menciptakan kolaborasi lintas band yang membuat suasana semakin hidup.

Nuansa kemudian bergeser lewat penampilan Jenny Is a Melancholic Bitch yang membawa atmosfer lebih gelap dan reflektif. Lagu-lagu seperti “7 Hari Menuju Semesta”, “Mars Penyembah Berhala”, dan “Propaganda” membuat penonton tenggelam dalam lirik yang kritis. “Menangisi Akhir Pekan” dan “Dapur” menghadirkan suasana sendu, sebelum energi kembali naik melalui “Matimuda” dan “Manifesto”.

Band 510 turut menyumbang warna dengan lagu-lagu seperti “Alive”, “Mimbar”, “Plastic Faith”, dan “Esa”.

Alur musik yang dibawakan terasa padat dan berenergi, menjaga ritme festival tetap stabil menjelang penampilan-penampilan besar berikutnya.

Sementara itu, kolaborasi The Kick dan Morfem menghadirkan deretan lagu seperti “Rayakan Pemenang”, “Megah Diterima”, “Terbakar di Lampu Merah”, dan “Kuning” yang sukses mengajak penonton bergerak dan bernyanyi bersama.

Memasuki penghujung acara, Feast naik ke atas panggung dengan intensitas tinggi. “Tarian Penghancur Raya” dan “Arteri” memancing teriakan penonton, sementara “Tarot” dan “Nina” membawa nuansa emosional yang kuat. Lagu “O, Tuan” menjadi penanda menjelang klimaks, membangun atmosfer sebelum puncak acara benar-benar tiba.

Hindia kemudian menutup Saemen Fest 2025 dengan penampilan yang menjadi titik paling ramai sepanjang festival.

Lagu “Cincin” dan “Evaluasi” disambut koor panjang dari penonton yang memadati Mandala Krida. Suasana terasa semakin personal saat “Rumah ke Rumah” dan “Kids” dibawakan, sebelum energi kembali memuncak lewat “Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya” dan “Rasakan Nikmatnya Hidup”.

Sebagai penutup, Hindia memilih “Everything U Are” sebagai lagu terakhir, menciptakan momen kolektif ketika ribuan penonton bernyanyi bersama hingga lampu panggung perlahan meredup.

Deretan lagu yang dibawakan sepanjang Saemen Fest 2025 memperlihatkan bagaimana festival ini bukan sekadar menghadirkan banyak nama besar, tetapi juga menyusun perjalanan emosi yang runtut.

Dari pembuka yang penuh nostalgia hingga penutup yang emosional, Saemen Fest 2025 meninggalkan kesan kuat sebagai malam musik yang berpuncak pada euforia bersama Hindia.


Writer Naela Alfi Syahra

Editor : Bahana.
#jenny #Majelis Lidah Berduri #Saemen Fest 2025 #Hindia