Lagu ini dinilai relevan di kalangan pekerja yang tetap melakukan aktivitasnya di hari Minggu, dan menggambarkan kondisi ketika hari yang seharusnya santai dan libur itu tidak selalu berarti waktu istirahat.
Hari Minggu kini bukan lagi hari libur yang mutlak. Banyak pekerja yang tetap aktif di hari Minggu ataupun hari libur nasional seperti freelance, pekerja paruh waktu, pekerja kreatif, hingga pengelola event tetap melakukan aktivitasnya dan mereka mengorbankan waktu libur serta waktu istirahatnya karena tuntutan pekerjaan.
Dilansir dari YouTube Vindes, Friska dan Emir sebagai personil White Chorus sendiri menjelaskan cerita di balik lagu “Minggu” sebenarnya menceritakan tentang kegiatan check sound mereka di pagi hari yang biasa dilakukan sebelum on stage, dan di bagian lirik “dalam ruangan bentuk persegi” diartikan sebagai stage atau panggung itu sendiri.
Meski datang dari pengalaman personil, lagu ini tetap relate dengan pendengarnya karena liriknya yang multitafsir dan lagu ini bisa mewakili keresahan pendengarnya dari perasaan lelah, kehilangan waktu jeda, hingga tetap bekerja di waktu istirahatnya.
Banyak dari merka yang memutar lagu “Minggu” saat bekerja, menjalankan hari yang padat, atau bahkan sebagai lagu pembuka di awal hari Minggu. Ini menunjukkan bahwa karya mereka diterima baik di kalangan pendengarnya.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.