Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Milledenials, Band Emogaze Asal Bali yang Menembus Panggung Musik Internasional

Bahana. • Minggu, 11 Januari 2026 | 11:05 WIB

Personel Band Milledenials - Instagram / @milledenials
Personel Band Milledenials - Instagram / @milledenials
Milledenials, Band asal Denpasar, Bali ini dikenal lewat eksplorasi musik emogaze. Perpaduan antara emo, shoegaze, dan dream pop yang emosional yang relate dengan pengalaman generasi muda.

Dalam beberapa tahun terakhir, Milledenials berhasil menjalankan tur Eropa hingga menembus festival musik internasional.

Selain tur ke Eropa, pada tahun 2025, Milledenials tampil di sejumlah agenda penting dunia musik.

Mereka menjadi bagian dalam rangkaian Primavera a la Ciutat di Barcelona, Spanyol, yang merupakan bagian dari festival Primavera Sound.

Selain itu, Milledenials juga masuk dalam line up Incheon Pentaport Rock Festival di Korea Selatan, salah satu festival rock terbesar di Asia.

Hal itu memperkuat posisi Milledenials sebagai band Indonesia yang aktif membangun relasi lintas negara secara independen dan dengan komunitas global.

Milledenials terbentuk pada 2020 di Bali. Nama band ini merupakan gabungan dari kata millennials dan denial, yang menggambarkan kegelisahan serta konflik batin generasi muda dalam menghadapi realitas hidup modern.

Secara musikal, Milledenials mengandalkan distorsi gitar berlapis khas shoegaze, melodi emosional ala emo, dan nuansa dreamy yang lembut. Formasi band ini beranggotakan Nadya Narita (vokal), Billy Sukmono (bass), Made Krisna Sanjaya (gitar/vokal), Bagus Aditya (gitar).

Sejumlah rilisan Milledenials menegaskan konsistensi mereka dalam mengangkat tema emosional dan reflektif. EP seperti 5 Stages of Doomed Romance, Split Feelings, hingga The Peak of Youth Life dan beberapa single lainnya menggambarkan tentang kegelisahan, hubungan personal, dan pencarian jati diri.

Single “Permanent Fling” menjadi salah satu contoh karya Milledenials yang dari materi terasa lebih ‘acceptance’ dibandingkan materi sebelumnya.

Secara lirik, lagu ini menarasikan tentang sangat mencintai seseorang yang tidak dapat kamu miliki dan menyadari bahwa itu bukan salahnya tetapi harapanmu yang gagal.

Yang pada akhirnya menempatkan kebingungan dan kesendirian sebagai narasi utama, tema yang dekat dengan realitas generasi milenial dan Gen Z saat ini.

Milledenials dijadikan representasi generasi muda yang menjadikan musik sebagai ruang refleksi dan perlawanan sunyi. Dengan konsistensi karya dan keberanian menembus pasar internasional.

Penulis: Kinesha Puspa Adilla

Editor : Bahana.
#musik #bali #band