Mengusung shoegaze dan rock alternatif, album ini tidak hanya berbicara soal distorsi dan gitarnya, tetapi juga tentang emosi dari cinta, kehilangan, kesepian hingga perpisahan, yang terasa dekat dengan pengalaman pendengar masa kini.
Menurut Berisik Radio, Waves in Two dirilis sebagai album debut setelah ASHN cukup lama memperkenalkan diri lewat demo dan rilisan singkat.
Album ini berisi 10 nomor yang ditulis dari pengalaman personal para personelnya, dengan Bryan Arkan (gitar, penulis lagu dan produser utama), Nafisa Almira (vokal), Bryan “Popon” Pongtiku (vokal & gitar), Rafi Azani (bas), dan Irfan Al Hafizh (drum), ASHN membangun album yang fokus pada suasana dan kesinambungan emosi.
Secara musik, Waves in Two dipenuhi distorsi tebal, vokal samar, dan melodi yang rapuh.
Hal ini membuat album terasa seperti perasaan panjang, bukan kumpulan lagu yang berdiri sendiri. Lagu-lagu seperti “In Circles”, “Falling, Fading”, dan “Farewell” bergerak dalam pola yang berulang, menekankan emosional ketimbang struktur pop yang mudah diingat.
Dalam ulasan Consumed Magazine, album ini dibaca sebagai bagian dari garis panjang shoegaze emosional era internet bahkan disebut masih berada dalam bayang-bayang kiblat lama genre tersebut.
Alih-alih dianggap sebagai kelemahan semata, hal ini justru memperlihatkan bagaimana kesedihan yang masih menemukan relevansinya. Distorsi berkabut dan vokal yang nyaris menghilang diposisikan sebagai medium ekspresi, bukan sekadar estetika.
Consumed Magazine juga mencatat bahwa alur album yang cenderung seragam berisiko menurunkan intensitas emosional di beberapa bagian.
Diferensiasi antar lagu terasa tipis, kecuali pada “Whirlwind”, yang hadir dengan energi lebih kencang dan memberi jeda dari suasana mengawang yang dominan.
Dari produksi dan visualnya, album ini melibatkan kolaborasi dengan unit elektronik Ftlframe, proses mixing dan mastering oleh Naufal Ikhsan, serta konsep visual yang digarap oleh beberapa kreator, dengan dukungan label Outtasight Records.
Inspirasi dari pengalaman personal dan atmosfer gelap ala gim ‘Silent Hill’ turut membentuk karakter album ini.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.