Mereka mengusung trip hop dengan nuansa gelap, estetik, dan penuh ekspresi.
Band asal Ibu Kota ini semakin diperhitungkan di kancah musik indie Indonesia lewat karya‑karya yang kuat dari musik dan ceritanya.
Band yang digawangi oleh Diegoshefa (vokal), Diego Aditya (gitar &vokal), Dhemo Anugrah (bass), Thotinius Sinambela (drum & perkusi), Muhammad Indirwan (gitar) ini lahir di Jakarta dan dikenal lewat genre trip hop yang mencampurkan antara hip hop, jazz, rock, serta dream pop dan menghasilkan suasana musik yang melankolis dan atmosferik.
Mereka tampil dengan karakter visual yang juga kuat, sering memilih estetika hitam‑putih (monokrom) yang konsisten dalam konten video mereka.
Karier mereka melejit setelah menjadi juara pada ajang SuperMusic.ID Rockin Battle 2017, sebuah kompetisi band besar di Indonesia yang diikuti lebih dari seribu grup musik.
Kemenangan ini membuka peluang rekaman dan eksposur lebih luas, termasuk kesempatan untuk bekerja di fasilitas rekaman profesional di Australia.
Sebagai juara, GHO$$ tampil dalam album kompilasi musik rock bersama band‑band lain dalam proyek The Mighty Eight yang menunjukkan keberagaman musik rock dan alternatif di Indonesia.
GHO$$ dikenal aktif bereksperimen lewat rilisan mereka. Single “mesinsexibukota”, menggambarkan perspektif band tentang kehidupan Jakarta dari keseharian yang intens, tekanan ambisi, hingga pencarian identitas diri di dalam hiruk‑pikuk kota.
Lagu ini memperlihatkan keberanian mereka mengangkat tema sosial dengan bahasa dan gaya mereka.
Lalu EP Lust Sex Desire, rilisan yang menunjukkan dari sisi musik yang lebih luas, termasuk nuansa post‑punk dan goth‑pop sekaligus tetap mempertahankan karakter gelap dan reflektif yang menjadi ciri khas GHO$$.
Visual GHO$$ selalu menjadi bagian vital dari identitas mereka. Dalam video klip seperti Carele$$, monokrom digunakan bukan sekadar gaya visual, tetapi sebagai cerminan mood musik mereka yang gelap dan intens.
“Kalau dilihat di video itu, terlihat bahwa depresi itu bisa datang setiap kali kita menutup mata dan ketika pikiran itu ada. Alur yang berpindah-pindah itu jadi representasi buat pikiran buruk itu sendiri,” ujar Diego pada penjelasaan laman Whiteboard Journal.
Produksi video ini bahkan dilakukan dengan serius di lokasi alam terbuka untuk memperkuat emosi visual dan naratif.
Selain fokus karya musik, GHO$$ juga menggarap konten digital sebagai bagian dari strategi mereka menjangkau audiens yang lebih luas.
Partisipasi dalam proyek digital seperti Super Entertainment Uncommon Project (SETUP) menunjukkan ambisi mereka tetap relevan di era musik digital.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.