Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Friday I’m in Love: Lagu Ikonik The Cure yang Bikin Hari Jumat di Dunia Semakin Ceria

Bahana. • Jumat, 16 Januari 2026 | 17:10 WIB

The Cure - Sumber: Website Popaktif ID
The Cure - Sumber: Website Popaktif ID
Lagu “Friday I’m in Love” dari band legendaris The Cure jadi sering jadi anthem di hari Jumat yang tak lekang oleh waktu.

Dirilis pada 15 Mei 1992 sebagai single kedua dari album Wish, lagu ini dikenal luas sebagai salah satu karya The Cure yang paling ceria dan kerap diputar di radio, streaming, hingga jadi backsound konten di media sosial.

Lagu “Friday I’m in Love” ini ditulis oleh Robert Smith sebagai penulis utama, dan dirilis oleh label Fiction Records.

“Friday I’m in Love” berhasil meraih posisi tinggi di berbagai chart internasional, termasuk No. 6 di UK Singles Chart dan No. 18 di Billboard Hot 100 AS dan videonya juga memenangkan European Viewer’s Choice Award di MTV Video Music Awards 1992.

Dari sisi musik, lagu ini menghadirkan kombinasi jangle pop, pop rock, dan alternative rock yang ceria, kontras dengan citra The Cure yang sering dikaitkan dengan lagu-lagu gelap atau introspektif.

Robert Smith berhasil menggambarkan perasaan yang dirasakan banyak orang yang melakukan banyak aktifitas dari hari Senin yang menyedihkan, hari Selasa dan Rabu yang sangat “gloomy”, hari kamis yang tidak di pedulikan, hingga hari yang sangat ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Jumat, hari ketika semuanya terasa indah dan “jatuh cinta”.

Dilansir dari website Radio X UK, “Saya ingat saat mengemudi pulang pada suatu Jumat sore untuk menikmati libur akhir pekan.

Saya mulai memikirkan rangkaian akord yang sangat bagus. Jadi saya berbalik dan kembali.

Kami benar-benar merekamnya pada Jumat malam itu. Jadi sejak saat itu lagu itu selalu disebut 'Friday'.

Kemudian, ketika saya menulis liriknya, saya berpikir, kenapa saya tidak membuat lagu tentang perasaan Jumat itu? sesuatu yang kamu alami di sekolah, dan banyak orang bekerja di pekerjaan yang sebenarnya tidak mereka sukai.

Jadi perasaan Jumat sore itu adalah sesuatu yang kamu nantikan” ujar Robert Smith kepada Guitar World, November 2004 (dalam Bahasa Inggris)

Frontman Robert Smith juga pernah menyebut lagu ini sebagai “pop yang sangat naif dan bahagia”, sengaja dibuat untuk menangkap kegembiraan universal tentang akhir minggu, beda dari gaya The Cure yang biasanya lebih gelap.

Friday I’m in Love bukan sekedar lagu nostalgia, ia jadi soundtrack di akhir minggu, pengembali mood setelah hari kerja, dan favorit di setiap generasi yang menemukannya lewat platform digital.

Penulis: Kinesha Puspa Adilla

Editor : Bahana.
#the cure