Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Trapped in a Haze – COLORCODE, Menangkap Emosi Terjebak Yang Dalam Kabut

Bahana. • Kamis, 22 Januari 2026 - 12:26 WIB
EP “Check My Sanity” - Sumber: Bandcamp Outta Sight Records
EP “Check My Sanity” - Sumber: Bandcamp Outta Sight Records

Trapped in a Haze adalah salah satu lagu dari EP “Check My Sanity” karya unit pop punk/emotive melodic hardcore asal Yogyakarta, COLORCODE, yang juga menampilkan kolaborasi dengan Shafa Ashfihani.

Dirilis pada 10 Mei 2024 melalui Outta Sight Records. Lagu ini jadi sorotan penggemar pop‑punk dan emo karena tema emosional yang kuat . Menurut Pophariini.com, lagu ini masuk dalam daftar 100 Lagu Indonesia Terbaik 2024, yang menandakan daya tariknya di pendengar musik.

Trapped in a Haze dibilang menarik karena menggabungkan musik pop‑punk/emo dengan lirik yang relate dengan audiensnya dan mudah diterima, serta menggambarkan perasaan tersesat dalam kebingungan.

Kolaborasi dengan Shafa Ashfihani juga menambah dimensi pertarungan dan juga dialog batin yang lebih dalam. Ia menambahkan vokal yang memperluas penyampaian emosional dan hal ini membuat lagu terasa lebih berlapis.

“spending my days
trapped in a haze
caught a fist to the face
fractured my skull
carving your name
on the space of my wall…”

Lirik Trapped in a Haze ini menggambarkan perasaan terjebak dalam kabut kebingungan emosional akibat hubungan yang merusak, dan bagian ini lebih menggambarkan konflik batin yang juga jadi simbol dari rasa sakit.

“this destroys my sanity
and i know i cant change it
now i realize it
i’ll accept the truth and must faced reality…”

Pada fase ini mereka ingin menunjukkan ke audiensnya, tentang emosional yang memuncak tetapi sudah mulai menerima realita pahit sembari menghadapi sisa memori yang tersisa.

Kemudian pada part yang dibawakan Shafa Ashfihani, lirik “i’ll erase all the things we’ve created” dan juga “this is the second side of me that makes me hate myself” menggambarkan fase melepaskan dan melampiaskan amarah. Pada bagian ini mereka tidak menceritkan tentang bagaimana bertahan tetapi tentang menerima kehancuran dan berani mengakui rasa benci ke diri sendiri sebagai bagian dari proses berdamai.

Di part terakhir lagu ada lirik “in this match what's left is out memories”, dengan kata lain di dalam pertandingan ini, yang tersisa hanyalah kenangan kita.

Penulis: Kinesha Puspa Adilla

Editor : Bahana.
#musik