Band yang menggunakan lirik berbahasa Indonesia dan dengan musik yang gelap ini beranggotakan Techa Aurellia (vokal), Adam Pribadi (gitar), Adam Bagaskara (bass), dan Achmad Raditya (drum).
Pelteras beberapa kali mengalami penyesuaian formasi seiring perkembangan musikal mereka.
Album Peranjakan: Dialog dengan Jakarta
Nama Pelteras mulai dikenal luas lewat album debut Peranjakan yang dirilis pada 2023.
Album ini menjadi penanda penting perjalanan mereka, bukan hanya sebagai rilisan penuh pertama, tapi juga sebagai karya yang merangkum keresahan hidup di tengah kota besar.
Lewat lagu-lagu seperti “Pancang”, “Pusaran”, dan “Floren”, Pelteras menghadirkan potret manusia yang terjebak rutinitas, relasi yang rapuh, serta ruang kota yang terus berubah.
Secara musik, Peranjakan menggabungkan dentuman ritmis khas post-punk dengan atmosfer muram ala deathrock, namun tetap terasa membumi dan personal.
Album ini juga membuat posisi Pelteras sebagai band yang tidak menjadikan kegelapan sebagai gaya tetapi juga sebagai bahasa untuk membaca realitas sehari-hari.
Menuju Fase Baru lewat Krisan
Pada 2025, Pelteras melanjutkan musik mereka lewat mini album Krisan. Rilisan ini menandai fase baru, baik dari sisi formasi maupun pendekatan musiknya.
Krisan terasa lebih intim, dengan fokus pada hubungan antarindividu dan refleksi emosional yang lebih personal.
Meski masih berada pada post-punk, Krisan menunjukkan perkembangan aransemen dan dinamika lagu yang lebih beragam, menandakan bahwa Pelteras tidak berhenti bereksperimen.
Pelteras juga aktif tampil di berbagai panggung indie, mereka sering disebut sebagai bagian dari generasi post-punk Indonesia yang memilih jalur independen serta konsisten membangun identitas.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.