Musik mereka tidak terdengar berisik, tetapi juga tidak sepenuhnya lembut dan lebih seperti ruang yang dibangun dari gitar, melodi sederhana, dan lirik yang jujur. Band ini digawangi oleh Yogha Prasiddhamukti (vokal), Rheza Ibrahim (gitar), Robertus Febrian Valentino (gitar), dan Argha Mahendra (drum).
Skandal akhirnya merilis album penuh pertama berjudul Melodi pada Oktober 2024 melalui Disaster Records.
Album ini berisi 12 lagu yang merekam perjalanan emosional serta pengalaman hidup yang relate dengan keseharian pendengarnya. Di antara lagu dalam album Melodi seperti “Percuma”, “Dengar”, “Mimpi”, “Utara”, dan “Sudah”, terdapat satu trek yang menonjol karena nuansa pop yang kuat, “Sakarin”.
“Sakarin”, judulnya menuju pada pemanis buatan, metafora tentang kebahagiaan yang kadang terasa tidak sepenuhnya nyata, tetapi tetap dibutuhkan untuk bertahan. Lirik “Sakarin” memperkuat metafora itu. Beberapa bagian liriknya berbunyi:
“Bawakan senyummu padaku
Walaupun kutahu itu palsu
Derus bimbang di dalam kepala
Sesap pahit yang datang dan pergi”
Kemudian ada juga lirik yang berbunyi:
“Mencari manis yang segera
Menyanyikan birunya hatiku
Melepaskan pahitnya lara
Biarkan, kubuat yang tersisa hanyalah
Hanya rasa manisnya”
Dari potongan lirik itu menggambarkan seseorang yang sadar akan kepalsuan dan kepahitan, tapi tetap memilih bertahan dengan menciptakan rasa manis versinya sendiri.
Lagu ini memberikan pengakuan, bahwa hidup sering kali harus dijalani dengan rasa pahit yang harus disamarkan.
“Sakarin” terdengar lebih lembut dan nge pop dibandingkan trek lain di album Melodi. Lagu ini juga diperkuat dengan kolaborasi vokal Clara Friska Adinda serta sentuhan keyboard dari Ignatius Dimas, yang menambah lapisan emosional dan membuat suasananya terasa intim. “Sakarin” jadi salah satu titik emosional terkuat.
Lagu memperlihatkan karakter Skandal sebagai band yang memilih bercerita secara tenang, tanpa dramatisasi, tapi membekas.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.