Band punk rock asal Kotagede, Yogyakarta, The Kick, resmi merilis single terbaru berjudul “Ambang Batas” pada Jumat, 30 Januari 2026.
Lagu ini mengangkat cerita tentang kelelahan, rutinitas, dan usaha bertahan di tengah tekanan hidup yang kerap dialami banyak orang.
“Ambang Batas” bercerita tentang seseorang yang merasa telah mencapai titik lelahnya. Bekerja, berkarya, dan menjalani hari demi hari dengan beban yang seolah tak pernah benar-benar berkurang.
Meski lelah dan sudah muak, pilihan yang tersisa tetap sama yaitu menjalani hidup sebaik-baiknya.
Single ini ditulis oleh vokalis The Kick, Muhammad Ramadhan Tegar Aji Wibowo atau yang kerap di sapa Jiwe, lalu digarap bersama empat personel lainnya. Jiwe menyebut lagu ini lahir dari pengamatan sederhana terhadap orang-orang di sekitarnya yang sering menyimpan kelelahan secara diam-diam.
“Sebenernya lagu ini pengen ngasih tahu aja kalau banyak orang yang capek, stres, pusing, atau apalah itu, cuma mungkin nggak sadar atau ya, nggak ditunjukin aja,” kata Jiwe.
Dari musiknya, “Ambang Batas” menampilkan sisi The Kick yang tidak se-liar dan se-ugal-ugalan rilisan mereka sebelumnya.
Proses rekaman dilakukan pada akhir 2025 di Studio Catpaws Lab, sekaligus melalui tahap mixing dan mastering oleh Dhandy Satria.
Gitaris The Kick, Ammar, menyebut proses rekaman banyak dibantu oleh Dhandy Satria, Yoga Bhakti, dan Inamul Hasan, terutama dalam memberi masukan soal aransemen, ide permainan lead gitar, hingga penambahan elemen akustik. Sentuhan tersebut membuat lagu ini terasa lebih intim dan matang.
Selain musik, “Ambang Batas” juga dilengkapi artwork hasil kolaborasi foto dari Octa Agust Fathony yang kemudian direspons dengan ilustrasi oleh Jiwe. Visual tersebut memperkuat yang ingin disampaikan lagu ini.
The Kick memang dikenal kerap mengangkat cerita keseharian dalam karya-karyanya. Sejak terbentuk pada 2016, mereka konsisten menjadikan pengalaman hidup, lingkungan sekitar, dan kegelisahan personal sebagai sumber cerita utama dalam musik mereka.
Lewat “Ambang Batas”, The Kick seolah menawarkan jeda bagi pendengarnya dan menjadi pengingat bahwa setiap orang punya bebannya masing-masing dan tidak apa-apa berjalan pelan. Lagu ini bukan ajakan untuk menyerah, melainkan pengakuan bahwa hidup tidak selalu baik-baik saja.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.