SLEMAN – Grup band metalcore asal Jepang, Sable Hills, dipastikan bakal mengguncang Jogjakarta pada gelaran Originfest Unlimited Pleasure Sabtu (7/2/2026).
Festival musik metal ini akan digelar di Parkir Timur Stadion Maguwoharjo, Sleman, dengan menghadirkan puluhan band lokal hingga internasional.
Sable Hills yang terbentuk sejak 2015 lalu dikenal luas lewat lagu hits berjudul Namu. Sukses mencuri perhatian publik global karena memadukan musik metalcore agresif dengan nuansa spiritual khas Jepang.
Perlu diketahui, lagu ini menampilkan kolaborasi unik dengan seorang biksu Buddha yang melantunkan mantra Fudo Myoo. Menjadikannya ciri khas kuat Sable Hills di kancah musik ekstrem internasional.
Menariknya lagi, Sable Hills akan berbagi panggung dengan deretan nama besar dari skena musik keras tanah air. Seperti Burgerkill feat Vicky Mono, Rebellion Rose, Over Distortion, hingga Jansen Ranti. Berupa proyek kolaborasi The Jansen dan Jason Ranti.
Secara keseluruhan, terdapat 23 line up lokal dan internasional yang dijadwalkan tampil sepanjang acara.
Promotor Originfest Unlimited Pleasure, Dona Marsita menyebut festival ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan. Menargetkan sedikitnya 10.000 penonton.
“Ini tahun kedua Originfest. Komposisi band tahun ini jauh lebih kuat dan beragam,” ujar Dona saat ditemui Jumat (6/2/2026).
Pria asal Sleman itu menjelaskan, konsep festival masih mempertahankan format tiga panggung dalam satu hari, sehingga penonton dapat menikmati berbagai genre dan performa tanpa jeda panjang.
Pemilihan Sable Hills sebagai penampil utama pun disebut melalui pertimbangan matang. Selain memiliki konsep musik yang unik, band asal Jepang ini juga mencatatkan performa digital yang kuat.
“Sable Hills kami pilih berdasarkan banyak referensi. Selain sedang viral, insight pendengarnya di platform musik digital sangat tinggi, lebih dari 80 persen,” jelasnya.
Band yang digawangi Takuya (vokal) dan Rict (gitar), bersama dua anggota tambahan Ueda (bass) dan Keita (drum), dijadwalkan tampil selama satu jam penuh di atas panggung Originfest.
Lebih dari sekadar konser, Dona yang juga Owner Origin Entertainment menekankan kekuatan Originfest terletak pada sinergi antar musisi dan komunitas kreatif.
“Penonton tidak hanya menonton konser, tetapi juga merasakan interaksi dengan komunitas kreatif, sajian visual berkualitas, serta kolaborasi antar musisi yang belum pernah ditampilkan sebelumnya,” katanya.
Menurutnya, Originfest dirancang sebagai ruang temu antara musik, gaya hidup urban, dan industri kreatif.
“Originfest bukan sekadar panggung musik, melainkan ruang integrasi antara hobi, gaya hidup urban, dan industri kreatif yang inklusif,” tambahnya.
Dona berharap seluruh penonton dapat menjaga ketertiban dan saling menghormati selama acara berlangsung.
“Kami berharap semua yang hadir bisa saling menjaga dan menghormati satu sama lain agar Originfest berjalan aman, nyaman, dan berkesan,” pungkasnya. (naf)
Editor : Iwa Ikhwanudin