Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Festival Lomba Nyanyi Lagu Koes Plus, Supaya Lagu Nostalgia Tetap Dicintai Lintas Generasi

Heru Pratomo • Selasa, 17 Maret 2026 | 10:20 WIB

Rintik Hujan Iringi Lomba Menyanyi Lagu Koes Plus di Minggir, Peserta Nikmati Suasana Nostalgia
Rintik Hujan Iringi Lomba Menyanyi Lagu Koes Plus di Minggir, Peserta Nikmati Suasana Nostalgia

 

 

SLEMAN – Rintik hujan mengiringi suasana syahdu di Joglo Munggur Sendangmulyo, Minggir Minggu sore (15/3/2026). 

 

Di tempat itu, alunan lagu-lagu Koes Plus mengalir hangat. Nada-nada syarat nostalgia seolah membawa peserta dan penonton kembali pada kenangan lama.

 

Festival Lomba Menyanyi Lagu Koes Plus yang digelar Woro Moro Entertainment sore itu bukan sekadar kompetisi.

Bagi banyak peserta, panggung tersebut menjadi ruang nostalgia sekaligus melepas rindu pada lagu-lagu kenangan lama dari Koes Plus. 

 

Salah satunya Dewi Sumarsono (60). Peserta dari Semarang itu mengaku mengetahui informasi lomba dari grup komunitas pecinta lagu nostalgia. 

 

Tanpa target menang, Dewi datang bersama keluarganya hanya untuk bernyanyi dan menikmati suasana.

Baca Juga: Estafet Nilai DS Modest, Cara Annisa Herdyana Lanjutkan Warisan Fashion Dyah Suminar

“Saya memang sering ikut lomba menyanyi. Kali ini ingin menikmati saja,” ujarnya.

 

Baginya, bisa bernyanyi di atas panggung dan bertemu sesama pecinta lagu lawas sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

 

“Menang atau kalah tidak masalah, yang penting enjoy,” katanya.

 

Hal serupa disampaikan Ariyadi (64), peserta nomor lima yang juga berasal dari Semarang. Ia mengikuti lomba sambil mencari hiburan.

“Ya ikut lomba sekalian jalan-jalan. Siapa tahu dapat hadiah atau doorprize,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Lomba diikuti 27 peserta dari berbagai daerah, mulai DIY, Jawa Tengah hingga Bandung. Mereka memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah serta berbagai doorprize.

 

Founder Woro Moro Entertainment, Adhyasworo, mengatakan kegiatan ini digelar guna menjaga eksistensi lagu-lagu nostalgia agar tetap dicintai lintas generasi.

“Kalau menyanyi dengan hati, lagunya pasti sampai dan menyentuh pendengar,” ujarnya.

 

Menurutnya, minat peserta sebenarnya sangat tinggi. Lebih dari 50 orang mendaftar online maupun offline. Namun sekitar 20 peserta terpaksa ditolak karena usianya sudah di atas 65 tahun.

 

“Saya sebenarnya sedih harus menolak. Semangat mereka luar biasa, tapi aturan maksimal usia peserta memang 65 tahun,” ungkapnya.

 

Ia pun berpesan agar para peserta tidak terlalu memikirkan hasil akhir lomba. “Kalah menang itu biasa. Berani tampil dan memberikan yang terbaik, itu yang luar biasa,” pungkasnya. (naf)

Editor : Heru Pratomo
#lomba nyanyi #koes plus #Minggir #nostalgia