Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Seperti Malam yang Enggan Usai dan Amarah yang Tertidur dalam Lagu ‘N’ Milik GHO$$

Alfiani Hidayatul Choiriyah) • Minggu, 12 Juli 2026 | 09:19 WIB
band GHO$$
band GHO$$

Nama GHO$$ bukanlah nama yang asing. Unit trip-hop asal Jakarta ini dikenal sangat konsisten membawa pendengarnya menyelami atmosfer yang kelam, absurd, namun anehnya sangat magis. Salah satu mahakarya awal yang menjadi blueprint dari keunikan identitas mereka adalah lagu berjudul singkat dan misterius, “N”.

Lagu yang masuk ke dalam mini album debut mereka, The Blackest Whiteout (2017), sempat mengejutkan industri musik indie lokal. Bukan hanya karena aransemennya yang pekat, melainkan karena keberanian mereka mendobrak struktur lagu konvensional yang biasa kita dengar.

Jika kebanyakan musisi mengandalkan bait demi bait lirik yang puitis untuk menyampaikan cerita, GHO$$ melakukan hal sebaliknya lewat lagu “N”. Sang vokalis, Diegoshefa, bersama personel lainnya sepakat untuk meminimalkan ketergantungan pada teks atau lirik yang gamblang dalam lagu ini.

Baca Juga: Menyerah menjadi Pilihan yang Tepat: Tiffany Kenanga Patahkan Keraguan Lewat Single Terbaru Kata Siapa

GHO$$ melakukan eksperimen ekstrem dengan sengaja memotong struktur bagan lagu—seperti menghilangkan verse ketiga—untuk menguji satu hal, apakah pesan emosional sebuah lagu tetap bisa tersampaikan kepada pendengar secara utuh tanpa bantuan kata-kata?

Jawabannya adalah sukses besar. Lewat “N”, emosi tidak lagi dibaca atau dieja melalui lirik, melainkan dirasakan langsung melalui atmosfer.

Musik mereka bertindak sebagai bahasa itu sendiri.

"Hold me tight.
Don't ever let me go"

“N” dibalut dengan distorsi gitar yang kasar, mengawang, namun terdengar "malas" dari Diego Aditya dan Fadhi Perdana.

Semua itu ditimpali dengan ketukan drum bernuansa trip-hop yang lambat, berat, dan menyeret.

Vokal Diegoshefa yang terdengar teredam, dingin, sekaligus penuh keputusasaan menjadi instrumen penentu yang membuat lagu ini terasa sangat pekat.

Mendengarkan "N" memicu rasa tidak nyaman yang justru membuat candu—seperti berjalan sendirian malam hari di lorong kota yang sepi dan asing.

Ada rasa hampa, amarah yang tertahan, dan kesunyian mendalam yang berhasil dieksplorasi dengan sangat rapi oleh band ini.

Baca Juga: The Hunger Games: Sunrise on the Reaping Bakal Segera Rilis

Lagu "N" di masa lalu melambangkan fase trauma dan ruang paling gelap, karya-karya terbaru GHO$$ kini bertransmisi menjadi simbol dari penerimaan dan secercah harapan yang muncul setelah badai itu mereda. Eksperimen fase kelam ini akhirnya menemukan titik balik emosionalnya lewat perilisan album penuh perdana mereka yang bertajuk The Whitest Blackout.

Meskipun lagu "N" lahir di fase-fase awal karier mereka, esensi dari kegelapan yang ada di lagu tersebut terbukti menjadi pondasi yang kokoh bagi identitas musik GHO$$.

 

Editor : Bahana.
#triphop #gho$$