"Cinderella" Mac Miller adalah Hasrat Liar Menuju Cinta yang Tulus

Alfiani Hidayatul Choiriyah • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:59 WIB
Sumber: Lyrics Official
Sumber: Lyrics Official

Satu dekade berlalu tak meredupkan pesona Cinderella. Lagu mahakarya Mac Miller ini kini viral kembali, menjelma menjadi lagu wajib bagi mereka yang sedang dilanda asmara. Eksplorasi spektrum asmara secara komprehensif yang dilakukan Mac Miller merupakan fenomena langka dalam industri hip-hop modern.

Melalui lagu berdurasi delapan menit berjudul "Cinderella" dari album The Divine Feminine (2016), mendiang rapper tersebut menciptakan mahakarya yang sangat dahsyat. Kolaborasinya bersama Ty Dolla $ign serta aransemen musik yang kompleks menjadikan lagu ini bukan sekadar musik romantis, melainkan sebuah narasi audio mengenai proses transformasi hidup seseorang dari masa sulit menuju fase kedamaian melalui kekuatan cinta.

Maksud utama di balik penggunaan nama Cinderella bukanlah sekadar referensi dongeng klasik anak-anak, melainkan sebuah metafora mendalam tentang kehadiran seorang wanita yang bertindak sebagai penyelamat.

Sebelum era album ini, Mac Miller kerap bergulat dengan depresi, kecanduan, dan tekanan mental akibat popularitas. Dalam lagu ini, sang wanita digambarkan sebagai sosok yang hadir membawa keajaiban, mengangkatnya dari keterpurukan, dan memberinya alasan baru untuk menghargai kehidupan.

Baca Juga: Lurah Condongcatur Nonaktif Reno Candra Sangaji (RCS) Ajukan Dua Praperadilan Lawan Polda dan Kejati DIY

I been waitin' all night for this moment
I been waitin' all year for this moment
I been picturin' you takin' off your clothes for me
I been literally curvin' all these hoes for you

Diiringi groove funk dan ritem R&B yang kental, Miller menyampaikan keintiman fisik secara terbuka dan tanpa filter. Ini menggambarkan tahap awal hubungan yang dipenuhi ketertarikan visual, gairah muda, dan kekaguman atas pesona fisik pasangannya.

Musik perlahan bertransisi secara dramatis menjadi dentingan piano solo yang lembut dan atmosferik. Di fase inilah Miller melepaskan topeng kebesarannya sebagai rapper dan menunjukkan sisi dirinya yang paling rapuh—seorang pria yang bersyukur karena menemukan tempat aman untuk berlindung.

Ketulusan emosi dalam Cinderella terpancar jelas melalui baris-baris lirik yang menggambarkan bagaimana kehadiran sang kekasih mampu mengubah persepsi Miller terhadap dunianya.

Di tengah statusnya sebagai figur publik dan musisi yang dikelilingi banyak godaan, ia secara aktif menolak semua wanita lain hanya demi menjaga komitmen dan fokus hatinya kepada satu wanita ini.



Editor : Bahana.
cinderella mac miller cinta tulus