Tulus kembali menyapa pendengar melalui karya terbarunya, “Teh Hijau”, yang resmi dirilis pada 30 Juni 2026. Single tersebut dengan cepat menjadi perbincangan dan sempat menempati posisi teratas dalam kategori musik trending di YouTube.
Di balik judulnya yang sederhana dan musik yang terdengar ringan, lagu ini membawa cerita tentang seseorang yang sedang berada dalam fase kehilangan rasa senang, sulit membuka hati, hingga berusaha memahami kondisi dirinya sendiri.
Lirik Lagu The Hijau – Tulus
Hari-hari berulang
Misteri lenyap senang
Ada saran kudengar
Lebih sering keluar ke alam
Saran lain kudengar
Cari hal asing yang menantang
Keluar dari benteng
Dari tempatmu yang sekarang
Ada yang hilang dariku belakangan
Sedang tak mudah bertemu rasa senang
Sedang kucari yang jadi pencetusnya
Mungkin hilangnya atau siklus hidupku
Mungkin aku sedang tak bisa
Baca Juga: Prilly Latuconsina Lulus S2 Summa Cum Laude, Sempat Kuliah Online Saat Syuting Film Horor
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apa pun, siapa pun
Ho-oh-uh
Ho-oh-oh (apa pun, siapa pun)
Tambah gerak tubuhmu
Baca buku yang baru
Ragam saran brilian
Yang belum kunjung jadi penawar
Untuk yang hilang dariku belakangan
Sedang kucoba memahami alurnya
Semoga segera kutemukan jawaban
Tapi kini kurayakan hampa ini, oh
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apa pun, siapa pun
Kulihat mana di kendaliku
Teh hijau ini yang di tanganku
Di tengah seram sedih yang menghantamku, uh-uh
Lepaslah, lepas kemurunganku
Hijau kembali jiwa gersangku
Ambillah, Sayang, sebanyak waktu yang kauperlu
Mungkin (aku sedang tak bisa) aku sedang tak bisa
(Tak bisa jatuh cinta) tak bisa jatuh cinta
(Membuka hati 'tuk apa pun, siapa pun) uh
Dan mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
(Membuka hati 'tuk apa pun, siapa pun) ah, ah-ah, ah
Tanpa itu, tanpanya
Apa pun yang mungkin hilang itu (sabar, Sayang)
Mungkin ini siklusnya, sudah garis jalannya
Esok, esok akan lebih elok
Dan mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta (apa pun, siapa pun)
Bercerita tentang Rasa Hampa
Berbeda dari lagu cinta yang berfokus pada hubungan romantis, “Teh Hijau” membawa pendengar masuk ke ruang yang lebih personal. Lagu ini menggambarkan seseorang yang merasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya, tetapi tidak benar-benar mengetahui penyebabnya.
Berbagai saran untuk mengembalikan rasa bahagia pun dicoba. Mulai dari keluar menikmati alam, mencari pengalaman baru, hingga mencoba keluar dari rutinitas. Semua usaha tersebut belum tentu langsung membuat perasaan menjadi lebih baik.
“Tak Bisa Jatuh Cinta” Bukan Hanya Soal Asmara
Salah satu bagian yang paling menarik dari lagu ini adalah penggambaran seseorang yang merasa belum mampu jatuh cinta atau membuka hati.
Maknanya tidak harus selalu dikaitkan dengan hubungan percintaan. “Jatuh cinta” dalam konteks lagu dapat dipahami lebih luas sebagai kehilangan kemampuan untuk merasa antusias terhadap sesuatu, baik terhadap orang lain maupun kehidupan yang sedang dijalani.
Karena itu, lagu ini terasa relevan bagi mereka yang sedang mengalami fase jenuh, kehilangan arah, atau membutuhkan waktu untuk kembali menemukan semangat.
Mengapa “Teh Hijau”?
Teh hijau dalam lagu tersebut dapat dipahami sebagai sesuatu yang sederhana dan masih berada dalam kendali seseorang. Ketika banyak hal dalam hidup terasa tidak bisa dikendalikan, seseorang terkadang hanya perlu kembali memperhatikan hal-hal kecil yang masih bisa dilakukan.
Secangkir teh hijau menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana seseorang dapat mengambil jeda dan memberi ruang kepada dirinya sendiri.
Tidak Semua Rasa Harus Segera Hilang
Pesan utama yang terasa kuat dalam lagu ini adalah penerimaan. Tulus menggambarkan bahwa setiap orang mempunyai waktunya masing-masing dalam melewati sebuah fase kehidupan. Ketika berbagai cara untuk merasa lebih baik belum berhasil, mungkin yang dibutuhkan bukan memaksakan diri untuk segera pulih, melainkan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menjalani proses tersebut.
Baca Juga: Ombak Besar Terjang Wisatawan di Pantai Jungwok Gunungkidul, Seorang Ibu Asal Solo Meninggal Dunia
“Teh Hijau” Relate dengan Kehidupan Anak Muda
Tema yang diangkat Tulus membuat “Teh Hijau” mudah dikaitkan dengan kehidupan anak muda. Rutinitas kuliah, pekerjaan, tuntutan sosial, hubungan, hingga tekanan untuk selalu produktif terkadang membuat seseorang lupa bahwa merasa lelah dan kehilangan semangat juga merupakan hal yang manusiawi.
Lagu ini seolah memberikan ruang bagi pendengarnya untuk berhenti sejenak, Tidak harus selalu memiliki jawaban atas apa yang sedang dirasakan.
Pada bagian akhir, lagu ini memberikan pesan bahwa keadaan yang sedang tidak baik-baik saja bukan berarti akan berlangsung selamanya. Fase tersebut bisa menjadi bagian dari perjalanan sebelum seseorang kembali menemukan kebahagiaannya.
Editor : Bahana.