Timuran Jogja Guncang Teras Malioboro 1, Ribuan Penonton Padati Konser Gratis Musik Timur

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 22:38 WIB
Ribuan penonton memadati konser gratis Timuran Jogja Goes to Partimur Fest di Teras Malioboro 1, Rabu (23/9/2026). (Dok:partimurfest)
Ribuan penonton memadati konser gratis Timuran Jogja Goes to Partimur Fest di Teras Malioboro 1, Rabu (23/9/2026). (Dok:partimurfest)

RADAR MALIOBORO - Rabu (23/9/2026) jam 15.00 WIB, Teras Malioboro 1 berubah jadi lautan manusia. Pre-event Partimur Fest bertajuk Timuran Jogja sukses digelar gratis dan langsung diserbu ribuan penonton yang memadati area kuliner hingga jalur pejalan kaki.

Sejak siang, suasana Teras Malioboro 1 sudah ramai. Mahasiswa, pelajar, wisatawan, warga Jogja, hingga komunitas perantau asal Indonesia Timur tumpah ruah jadi satu. Tanpa tiket masuk, semua bisa menikmati konser terbuka dengan konsep panggung yang dekat dan intimate.

Panggung diisi oleh deretan musisi Timur yang punya basis kuat di Jogja. Ada Justy Aldrin, Toton Caribo, Juan Reza, Jackson Zeran, Moluccan Soul, Not Empty, dan Uncle T. Mereka membawakan lagu-lagu Ambon pop, R&B, dan hip-hop Timur yang kini sedang mendunia.

Puncak keramaian terjadi saat lagu-lagu hits Timur dimainkan. Para perantau yang datang berkelompok langsung berada di barisan depan, berjoget, berpelukan, dan bernyanyi bersama dengan lantang. Energi itu menular ke penonton lain. Mahasiswa dan pelajar yang awalnya hanya menonton dari area kuliner ikut merapat, bernyanyi, dan merekam momen dengan ponsel.

Baca Juga: DIY Bebas Rabies tapi Pencegahan Perlu Dilakukan, DPKP Vaksinasi 100 Kucing

Kehadiran ribuan pengunjung ini juga membawa berkah bagi para tenant. Lapak kuliner dan oleh-oleh di Teras Malioboro 1 terlihat makin ramai, pembeli datang silih berganti di sela menikmati musik. Konser gratis terbukti menghidupkan ekonomi kawasan.

Lebih dari sekadar konser, event ini menjadi ruang temu bagi warga Indonesia Timur di Jogja. Dari Sulawesi, Maluku, Ternate, Tidore, NTT, hingga Papua, mereka berkumpul, saling sapa, dan membaur bersama warga lokal tanpa sekat. Inilah wajah Jogja yang istimewa, kota yang merangkul semua budaya dan memberi panggung yang sama bagi siapa saja.

Fenomena ini membuktikan musik Timur kini bukan lagi musik daerah semata. Liriknya tentang rindu rumah, persahabatan, dan kisah cinta yang jujur membuat Gen Z merasa dekat. Dari tongkrongan kampus, kafe, hingga media sosial, lagu Timur menjadi soundtrack sehari-hari anak muda Jogja.

Suksesnya Timuran Jogja pada Rabu sore itu menjadi pemanasan sempurna menuju Partimur Fest 2026. Musik Timur telah diterima sebagai musik semua orang.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Teras malioboro musik teras malioboro Timur