RADAR MALIOBORO – Di balik irama “Astaga Bercanda” yang terdengar ringan, tersimpan cerita cinta yang sebenarnya cukup rumit. Lagu yang dibawakan Akbar Chalay bersama Mingse tersebut mengisahkan seseorang yang menyimpan perasaan kepada orang yang sudah memiliki pasangan.
Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian adalah lirik, “ku mau-mau aja jadi yang kedua”. Kalimat tersebut terdengar seperti gurauan ketika pertama kali didengar. Namun, di baliknya tersimpan perasaan rela sekaligus getir.
Menjadi “yang kedua” berarti menyadari bahwa orang yang dicintai telah memiliki seseorang yang lebih dulu hadir dalam kehidupannya. Ada pasangan yang menempati posisi utama, sementara dirinya hanya berada di sisi lain.
Meski mengetahui situasi tersebut, tokoh dalam lagu tidak memilih pergi. Ia justru bersedia menerima ruang sekecil apa pun dalam kehidupan orang yang disukainya.
Ia tidak secara terang-terangan menuntut untuk menjadi pilihan utama. Bisa berada di dekat orang yang dicintai saja seolah sudah cukup.
Baca Juga: Niat Hiburan di Tengah Banjir, Pria Ini Malah Dipenjara Usai Naik Jet Ski di Jalanan Bangkok
Di sinilah makna “Astaga Bercanda” terasa semakin menarik. Pernyataan bersedia menjadi yang kedua seolah disampaikan antara serius dan bercanda.
Bisa jadi, di balik kalimat tersebut sebenarnya terdapat keinginan yang jauh lebih besar. Ia ingin menjadi satu-satunya, tetapi tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya secara langsung.
Candaan kemudian menjadi semacam pelindung. Ketika perasaan tersebut tidak mendapatkan balasan, ia masih dapat menarik diri dengan mengatakan bahwa semuanya hanya gurauan.
Lagu ini juga menggambarkan posisi seseorang yang berada dalam situasi cinta segitiga. Ia mengetahui adanya batas yang tidak mudah dilampaui karena orang yang dicintainya sudah memiliki pasangan.
Karena itu, ia tidak memilih untuk merebut. Sebaliknya, ia memilih menunggu.
Namun, menunggu tanpa kepastian menjadi bagian paling melelahkan dari perasaan tersebut. Selalu ada harapan bahwa suatu saat keadaan akan berubah, tetapi tidak pernah ada jaminan bahwa orang yang ditunggu benar-benar akan memilihnya.
Situasi tersebut membuat “Astaga Bercanda” terasa dekat dengan pengalaman banyak orang. Sebab, jatuh cinta tidak selalu berakhir dengan hubungan.
Ada orang yang hanya menjadi tempat berbagi cerita. Ada pula yang memilih diam-diam memperhatikan dari kejauhan atau menyimpan nama seseorang tanpa pernah benar-benar memilikinya.
Baca Juga: Dikendalikan Raffi Ahmad-Nagita, VISI Siap Akuisisi Rumah Sakit di Cirebon, Transaksi Capai Rp319 M
Karena itu, kalimat “ku mau-mau aja jadi yang kedua” dapat dimaknai lebih dalam daripada sekadar kesediaan berada di posisi kedua.
Lirik tersebut menggambarkan seseorang yang begitu dalam mencintai hingga rela menerima posisi yang sebenarnya berpotensi melukai dirinya sendiri.
Pada akhirnya, lagu ini seolah mengajukan pertanyaan sederhana tetapi sulit dijawab: sampai kapan seseorang bersedia menunggu ketika tidak pernah tahu apakah dirinya akan dipilih?
Mungkin di situlah daya tarik “Astaga Bercanda”. Lagu ini terdengar seperti gurauan, tetapi menyimpan getir yang perlahan terasa.
Sebab, terkadang seseorang memilih membuat perasaannya terdengar seperti lelucon hanya agar luka yang sebenarnya tidak terlihat.
Editor : Bahana.