RADAR MALIOBORO - Lagu "Bintang Kejora" karya AT Mahmud pasti sudah sangat akrab di telinga sejak kecil.
Liriknya yang mengalun lembut mengajak siapa saja membayangkan indahnya langit malam yang dihiasi sosok bintang paling besar dan cahayanya paling terang.
Namun, jika ditelisik lewat sudut pandang sains, ada satu plot twist menarik di balik lagu nostalgia ini.
Objek bersinar yang dijuluki Bintang Kejora itu nyatanya bukan bintang.
Dalam dunia astronomi, Bintang Kejora yang legendaris itu sebenarnya adalah Planet Venus.
Baca Juga: Serangan Siber Berbasis AI Sasar Gereja Besar Korea Selatan, Data 850 Ribu Jemaat Terancam Bocor
Julukan bintang melekat hanya karena penampakannya dari Bumi terlihat sangat berkilau dibandingkan objek langit di sekitarnya.
Bedanya, jika bintang sejati menghasilkan cahayanya sendiri, Venus bisa bersinar karena atmosfer tebalnya mampu memantulkan sinar matahari secara luar biasa kuat ke arah Bumi.
Posisi orbit Venus yang lebih dekat ke Matahari ketimbang Bumi juga membuatnya hanya menampakkan diri pada momen-momen tertentu.
Misalnya sesaat sebelum fajar tiba, atau pasca matahari terbenam.
Baca Juga: Putusan MK soal Ijazah Gibran Disebut Kompromi Politik, Afon Nahak Desak DPR Gunakan Hak Pengawasan
Maka dari itu, selain akrab disapa BIntang Kejora, Venus juga sering disebut Bintang Fajar dan Bintang Malam.
Biasanya, posisi Venus akan berdekatan dengan Bulan jika dilihat dari Bumi.
Pemandangan tersebut terasa istimewa jika dilihat dari sudut pandang anak-anak.
Lagu Bintang Kejora kemudian menjadi bukti bagaimana AT Mahmud bisa menangkap keajaiban alam lewat sudut pandang yang polos dan penuh imajinasi anak-anak.
Editor : Meitika Candra Lantiva