RADAR MALIOBORO- Setelah musim liburan usai, pengendara perlu melakukan perawatan rutin sebelum kembali menggunakan sepedanya dalam kehidupan sehari-hari.
Terutama pada hari libur, ketika banyak kemacetan dan perjalanan jarak jauh ratusan kilometer, membuat kendaraan menjadi bekerja lebih ekstra.
Baca Juga: Tips Mengatasi Perubahan Kebiasaan Jam Tidur Saat Liburan
“Bagi pengendara yang melakukan perjalanan jauh saat berlibur, sangat penting untuk memperhatikan kondisi sepeda motornya sebelum kembali beraktivitas sehari-hari. Perawatan harian yang tepat akan memastikan sepeda motor Anda tetap dalam performa prima, yang dapat memberikan kenyamanan maksimal saat digunakan,” kata Frengky Rusli, Asst. General Manager CS Division, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.
Untuk memastikan performa sepeda motor Anda selalu optimal, sebaiknya periksa 6 komponen berikut setelah berkendara jauh.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Membuat Anda Cepat Tua
Oli esMin dan Oli Transmisi
Oli mesin normalnya harus diganti setiap 3.000 km / 3 bulan.instruksi pengoperasian. Namun frekuensi penggantian ini sebaiknya disesuaikan dengan intensitas penggunaan kendaraan. Pemilik sepeda motor dapat memeriksa kondisi oli mesinnya menggunakan alat DIPSTICK
Jika level oli berkurang atau tampak kotor, segera ganti dengan oli asli atau oli yang memenuhi spesifikasi kendaraan. Selain itu, jika sepeda motor Anda bertransmisi otomatis, sebaiknya periksa kondisi oli transmisinya.
Baca Juga: Film IF: Film Fantasi Komedi yang menggunakan Khayalan Anak Kecil
Oli transmisi sebaiknya diganti setiap 12.000 km atau 12 bulan sekali, atau tergantung seberapa sering sepeda motor digunakan. Oli transmisi berperan penting dalam melumasi gear, mencegahnya agar tidak cepat aus dan membuatnya tahan lama.
Kampas Rem
Setelah melakukan perjalanan jauh di jalan yang sibuk atau naik turun, penting bagi pengemudi untuk memeriksa ketebalan kampas rem depan dan belakang.
Jika sudah aus, segera ganti untuk memastikan sistem pengereman optimal.
Tanda-tanda keausan kampas rem biasanya terlihat oleh pengemudi, seperti bunyi berdecit saat menginjak rem atau tarikan tuas rem yang keras.
CVT
Orang yang mengendarai sepeda motor matic sebaiknya memperhatikan CVT (Continuously Variable Transmision). Pastikan komponen CVT dalam keadaan bersih dan tidak aus.
Baca Juga: Jangan Panik Dulu! Begini Cara Mengatasi Kartu ATM yang Tertelan!
Salah satu indikasi komponen CVT kotor atau aus adalah sulitnya mencapai kecepatan tertinggi saat berkendara. Jika hal ini terjadi, periksalah bagian-bagian seperti roller CVT, clutch carrier assy (kampas ganda), dan v-belt (ganti v-belt setiap 25.000 km).
Rantai
Pengendara sepeda motor dan motor sport wajib memperhatikan kondisi rantai setelah perjalanan jauh, termasuk memeriksa, menyetel, dan membersihkan rantai.
Baca Juga: Pelaku Pungli di Masjid Al-Jabbar Diamankan, Akan Dilaporkan ke Polisi Bila Lakukan Lagi
Pemilik sepeda motor dapat menyetel rantai sesuai petunjuk penggunaan dan membersihkannya dengan pelumas khusus. Perlu diketahui bahwa penggunaan oli bekas pada rantai dapat menyebabkan kerusakan.
Ban
Ban berperan penting dalam menopang bobot kendaraan dan menjaga traksi dengan permukaan jalan. Ketika ban menjadi aus, traksi, stabilitas, dan bahkan efektivitas pengereman dapat terpengaruh.
Baca Juga: AHY Sebut 2.086 Hektare Lahan di IKN Masih Bermasalah
Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kondisi ban Anda setelah melakukan perjalanan jauh. Hal ini meliputi pengecekan tekanan udara serta pengecekan tampilan ban, seperti ketebalan tapak dan adanya lubang atau retakan.
Untuk mengecek ketebalan tapak ban, pengemudi juga bisa mengeceknya dengan menggunakan TWI (Tread Wear Indicator) yang biasanya berbentuk panah di pinggir ban. Jika permukaan ban menyentuh tanda panah, berarti ban tersebut aus atau berkarat.
Saringan Udara
Saringan udara yang kotor dapat menghambat aliran udara ke ruang bakar sehingga mengakibatkan proses pembakaran tidak sempurna dan menurunkan performa mesin secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kondisi saringan udara Anda, terutama setelah perjalanan jauh.
Baca Juga: Hindari Mesin Mogok, Begini 5 Cara Memanaskan Mobil yang Jarang Dipakai. Apa Saja?
Tanda-tanda saringan udara kotor antara lain tarikan gas meningkat dan asap hitam dari knalpot. Jika Anda melihat gejala-gejala tersebut, segera periksa kondisi saringan udara Anda. Menurut buku servis, umumnya saringan udara direkomendasikan untuk diganti setiap 12.000 km.
Namun frekuensi penggantian ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rute yang sering digunakan pengemudi. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin