RADAR MALIOBORO - Di ajang GIIAS 2024, kemunculan merek dan produk baru mobil listrik telah menyita perhatian.
Performa penjualannya menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu, dengan kenaikan mencapai lebih dari 150 persen.
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menjelaskan, peningkatan penjualan mobil listrik di GIIAS 2024 dipengaruhi oleh semakin beragamnya produk baru serta harga yang kini semakin terjangkau.
Menurut Kukuh, dengan banyaknya pilihan mobil listrik dan BEV baru serta penyesuaian harga yang mendekati daya beli masyarakat, penjualan mengalami lonjakan yang signifikan.
Salah satu merek debutan di GIIAS 2024, BYD, berhasil mencatatkan penjualan yang sangat memuaskan dengan total 2.920 unit, menempatkannya sebagai brand China terlaris di pameran otomotif terbesar di Indonesia.
Produk terbaru mereka, BYD M6, berhasil meraih lebih dari 1.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), yang mencakup setengah dari total SPK dan mendominasi dibandingkan dengan model lainnya seperti Dolphin, Atto 3, dan Seal.
Menurutnya, masyarakat Indonesia cenderung mencari mobil dengan harga di bawah Rp 300 juta, dengan sebagian kecil mempertimbangkan harga hingga Rp 400 juta.
Mobil listrik yang mendekati rentang harga ini menjadi sangat menarik bagi konsumen karena sensitif terhadap harga dan biaya bahan bakar.
BYD M6 membawa gebrakan di pasar elektrifikasi nasional dengan menawarkan format MPV yang menarik.
Mobil ini tersedia dalam dua konfigurasi tempat duduk: 7 penumpang dan 6 penumpang dengan jok captain seat.
Selain itu, harga jualnya juga terbilang fenomenal:
- BYD M6 Standard 7-seater: Rp 379 juta
- BYD M6 Superior 7-seater: Rp 419 juta
- BYD M6 Superior 6-seater: Rp 429 juta
Pabrikan Korea Selatan juga mencatatkan hasil manis dengan produk terbarunya, Kona Electric.
SUV listrik yang sudah diproduksi lokal ini telah menerima 627 SPK, mengalahkan IONIQ 5 yang mendapatkan 453 SPK dan IONIQ 5 N dengan 130 SPK.
Pun selain produk dan harga yang kompetitif, peningkatan penjualan mobil listrik di GIIAS tahun ini juga dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen.
Menurutnya, merek yang semakin banyak dan peluang bagi konsumen untuk mencoba berbagai alternatif baterai, seperti lithium dan LFP, menjadi faktor penting.
Kukuh menambahkan, generasi muda dengan pendapatan kelas menengah kini lebih fleksibel dalam memilih kendaraan.
Mereka lebih memperhatikan harga dan fitur kendaraan daripada mereknya.
Perubahan ini terlihat dari wawancara yang menunjukkan bahwa kelompok ini lebih cenderung membeli kendaraan jika harga dan fitur sesuai, meskipun mereknya tidak terlalu menjadi perhatian.
Editor : Winda Atika Ira Puspita