Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Amerika Serikat Stop Bantuan Asing Ke Luar Negeri, Ini Dampaknya Bagi Negara-Negara Asia

Bahana. • Kamis, 30 Januari 2025 | 22:02 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
RADAR MALIOBORO -Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif berupa penangguhan seluruh bantuan asing.

Kebijakan ini merupakan bagian dari “America First”, yang mengubah cara pemerintah federal mengalokasikan bantuan kepada seluruh dunia, menjadi mengutamakan Amerika.

Dengan penangguhan seluruh bantuan asing, banyak program penting yang mendukung negara-negara Asia, termasuk Indonesia kini terancam berhenti permanen.

Program-program yang bergantung pada dana bantuan AS kini harus mematuhi perintah "berhenti bekerja," dengan beberapa organisasi terpaksa memberhentikan karyawan mereka atau bahkan memotong jam kerja untuk bertahan hidup.

Mengapa Penangguhan Ini Sangat Mempengaruhi Asia?

Baca Juga: Viral! Pria Santai Curi Uang Kotak Amal Masjid di Jogja, Aksinya Terekam CCTV

Pada tahun fiskal 2023, sekitar US$6 miliar dari total US$68 miliar bantuan luar negeri AS dialokasikan untuk Asia, mencakup berbagai negara seperti Afghanistan, Bangladesh, Myanmar, dan Filipina.

Dana ini mendukung proyek-proyek penting, seperti perawatan medis darurat, pengungsi, serta inisiatif yang mendukung demokrasi dan hak asasi manusia.

Namun, sebagian besar dari dana tersebut kini terancam hilang.

Respon Berbagai Pihak

Banyak pihak menyebut penangguhan ini sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Michael Schiffer, mantan pejabat United States Agency for International Development (USAID), mengatakan ketika program bantuan dihentikan, orang-orang kehilangan pekerjaan, keahlian hilang, dan program-program dihentikan tanpa kepastian bisa dilanjutkan.

“Ini adalah dampak nyata yang dihadapi oleh banyak organisasi nirlaba di Asia, yang terpaksa mencari sumber dana alternatif untuk bertahan hidup,” ujar Schiffer.

Penangguhan bantuan ini mendapat kritik tajam dari banyak pihak, termasuk anggota Kongres AS yang khawatir tentang kerugian reputasi dan diplomasi global AS.

Banyak yang berpendapat bahwa meskipun bantuan luar negeri hanya menyumbang kurang dari 1% dari anggaran negara, dampaknya sangat besar, terutama dalam memperkuat hubungan dan nilai-nilai yang dipegang oleh AS di kancah internasional.

Di sisi lain, beberapa analis mengatakan bahwa langkah ini memberikan keuntungan bagi negara seperti China, yang bisa memperluas pengaruh mereka di Asia melalui program pembiayaan pembangunan.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Meskipun ada beberapa pengecualian, seperti bantuan kemanusiaan darurat dan militer untuk negara tertentu, sebagian besar program yang mendukung negara-negara Asia kini terancam ditutup.

Organisasi-organisasi yang bekerja di lapangan, banyak di antaranya berbasis di AS, kini tengah berusaha mencari cara untuk bertahan hidup sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah AS.

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#amerika serikat #donald trump