RADAR MALIOBORO– Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta.
Aksi ini digelar setelah pemerintahan dan parlemen dinilai meeremehkan 17 + 8 tuntutan Rakyat yang sudah disampaikan sejak aksi besar-besaran akhir Agustus lalu.
Massa menggunakan jas almamater kuning dan biru, membawa spanduk bertuliskan “Menangkan Tuntutan Rakyat”, serta bendera organisasi mahasiswa.
Mereka berkumpul sejak siang hari, menutup sebgaian akses jalan Gatot Subroto.
Sejumlah tuntutan jangka pendek yang masuk dalam 17 poin di antaranya pembebasan demonstran yang ditahan, penghentian keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil, transparansi anggaran DPR, serta pengusutan kasus kekerasan aparat terhadap warga sipil dan juga mahasiswa.
Sementara 8 tuntutan jagka panjang menyangkut reformasi DPR, pembenahan partai politik, pajak adil, hingga penguatan lembaga pengawas seperti KPK dan Komnas HAM.
Wakil kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Bima Surya, menambahkan bahwa mahasiswa tidak akan menyerah.
“Kami tidak akan masuk ke gedung. Biarkan perwakilan DPR yang menemui kami disini. Rakyat tidak lagi percaya janji-janji kosong” katanya.
Demonstrasi berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian hingga sore hari.
Massa menyatakan akan terus melanjutkan aksi hingfga seluruh tuntutan 17+8 dipenuhi, meski sebagian pihak menilai aspirasi mereka terlalu utopis.
Aksi ini menjadi lanjutan dari gelombang protes yang dimulai sejak 25 Agustus 2025 dan terus merebak ke berbagai daerah di Indonesia.
Gerakan mahasiswa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tuntutan public tidak bisa diremehkan, apalagi ditengah menurunnnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik. (Alya Amirul Khasanah)
Editor : Meitika Candra Lantiva