JOGJA - DPRD Kota Jogja secara terbuka mengajak para pelajar untuk mengawasi kinerja wakil rakyat lewat program Parlemen Pelajar. Program yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja itu menjadi metode strategis agar generasi muda lebih melek politik.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja Indaruwanto Eko Cahyono mengatakan bahwa peran anak muda dalam politik dan demokrasi sangat penting. Menurutnya, partisipasi politik tidak harus diwujudkan dengan menjadi anggota legislatif. Namun bisa dengan menggunakan hak suara secara bijak serta mengawasi jalannya pemerintahan.
“Mereka harus melek politik tanpa ada keharusan untuk terjun langsung ke dalam pusaran politik. Supaya mereka tidak hanya di manfaatkan sebagai pemilih pada saat pemilu, tapi juga harus mengawasi kinerja para wakil yang mereka pilih,” ujar Ndaru sapaannya, Kamis (20/8/2026).
Politisi PAN ini menyambut baik Parlemen Pelajar, lantaran mampu membuka ruang bagi pelajar untuk memahami tugas dewan sekaligus memberi masukan kritis terhadap kebijakan publik. Ia mengajak anak-anak muda untuk aktif melakukan pengawasan kebijakan publik.
Caranya bisa dimulai dari tindakan nyata sehari-hari. Seperti melaporkan permasalahan lingkungan melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) atau menyampaikan aspirasi secara bijak di media sosial.
Baca Juga: Merasa Bugar tapi Tensi Tinggi? Dokter Jantung Ingatkan Bahaya Silent Killer, Omron Hadirkan Solusin
Ndaru juga mendorong kegiatan Parlemen Pelajar bisa menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk meningkatkan pemahaman demokrasi dan politik. Supaya angka golongan putih (golput) atau sikap pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya bisa ditekan dalam setiap pemilu dan pilkada.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Kami ingin mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan seperti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), supaya mereka bisa menjadi perwakilan untuk menyalurkan aspirasi sekaligus masukan atas kebijakan-kebijakan di pemerintah kota,” tegas Ndaru.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jogja Polana Setia Hati membeberkan, Parlemen Pelajar dibuat sebagai sebuah media edukasi demokrasi dan politik bagi para pelajar. Guna meningkatkan pemahaman dan partisipasi anak muda dalam praktik kehidupan demokrasi dan politik.
Untuk tahun 2026 Parlemen Pelajar mengusung tema Dari Ruang Kelas ke Ruang Sidang: Replikasi Wakil Rakyat Muda. Kegiatan diikuti 40 pelajar SMA/SMK/MA di Kota Jogja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengurus OSIS Kota Jogja dan Forum Anak Kota Jogja (FAKTA).
Salah satu yang cukup menarik dalam program tersebut adalah para pelajar diberikan wadah diskusi layaknya anggota dewan. Mereka dibuatkan kelompok berdasarkan komisi-komisi di DPRD serta diberikan isu-isu strategis.
“Kami create kegiatan ini sebagai media edukasi yang atraktif. Tentunya ini untuk meningkatkan pemahaman dari para pelajar terkait parlemen,” tegas Polana. (inu)
Editor : Bahana.