SLEMAN - Keterbatasan anggaran desa tak menyurutkan percepatan pembangunan infrastruktur di tingkat padukuhan. Lewat pengawalan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) aspirasi dewan, akses jalan warga di Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Sleman terus dipoles.
Salah satunya menyasar di lingkungan Bedingin Wetan RT 06 RW 35, Tokerten, Sumberadi, Sabtu (19/9/2026).
Pengaspalan jalan di kawasan tersebut terealisasi berkat pengawalan Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Dapil V (Mlati-Gamping), yakni Lilik Dwi Wahyana (PDIP) dan Hasto Karyantoro (PKS).
Ulu-ulu Kalurahan Sumberadi Indarto mengatakan pengerjaan di wilayah Bedingin Wetan dilakukan secara tersambung memanfaatkan dua alokasi BKK dewan.
Pria yang akrab disapa om Ndarto itu menyebut total pengerjaan jalan di titik tersebut mencapai 263 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 2 cm.
"Pengaspalan sepanjang 90,5 meter berasal dari BKK Hasto, lalu disambung BKK dari Lilik (PDIP) sepanjang 173 meter. Target selesai dalam sehari," ujarnya.
Baca Juga: Asian Games 2026 di Jepang Disorot, Pelayanan dan Fasilitas Atlet Dituding Jadi yang Terburuk
Tak berhenti di Padukuhan Tokerten, BKK kawalan Lilik Dwi Wahyana juga menyasar di Padukuhan Burikan dengan pengerjaan jalan sepanjang 147 meter dan lebar 3,5 meter.
Indarto mengungkapkan skema BKK dewan sangat krusial mengingat Alokasi Dana Desa (ADD) Sumberadi berkurang hingga tersisa sekitar Rp 370 juta. Tahun ini, total BKK murni yang masuk ke Sumberadi menembus Rp 1,9 miliar.
"Tanpa BKK dewan, pembangunan di 15 padukuhan pasti terhambat. Untuk itu sinergi warga dan legislator ini jadi kunci percepatan pembangunan fisik di wilayah kami," tandasnya.
Ditemui disela kegiatan monitoring pengaspalan, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Lilik Dwi Wahyana menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perbaikan infrastruktur di wilayah Mlati dan Gamping.
Baca Juga: Menko Polkam Tekankan Strategi Terukur Atasi Karhutla, Sumsel Jadi Atensi
"Tugas kami memastikan dana BKK ini benar-benar kembali ke masyarakat untuk menunjang mobilitas dan kenyamanan warga," tegasnya.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja