RADAR MALIOBORO – Longsoran salju di pegunungan Dolomit Italia telah menewaskan lima pendaki Jerman, termasuk seorang gadis berusia 17 tahun dan ayahnya, menurut tim penyelamat.
Para pendaki gunung, yang bepergian dalam kelompok terpisah, sedang mendaki Cima Vertana di Ortler Alps sekitar pukul 16.00 waktu setempat pada hari Sabtu ketika salju bergerak cepat melanda.
Baca Juga: Pakubuwono XIII Berpulang: Jejak Sang Raja dalam Menjaga Marwah Keraton Surakarta
Sekelompok tiga orang “tersampu seluruhnya oleh longsoran salju” dan semuanya meninggal, kata layanan penyelamatan Alpen Italia, Soccorso Alpino e Speleologico.
Secara terpisah, ayah dan anak perempuannya terbawa longsor dan jenazah mereka ditemukan pada hari Minggu. Dua pendaki lain dalam rombongan ketiga selamat.
Baca Juga: Kereta Pusaka Bergerak Lagi: Simbol Sakral Penghantar Raja Surakarta Menuju Keabadian
Alarm pun dibunyikan para penyintas, yang kemudian memicu operasi penyelamatan.
Olaf Reinstadler, juru bicara tim penyelamat Gunung Sulden, menyampaikan kepada media Jerman bawa longsoran salju Vertainspitze, gunung setinggi 3.545 meter, kemungkinan besar longsor dipicu oleh lapisan salju baru yang belum menyatu dengan es lama di bawahnya.
Baca Juga: Rekomendasi Film Komedi Romantis yang Wajib Ditonton Saat Santai
Ia mengungkapkan bahwa aktivitas pendakian di kawasan tersebut memang sedang populer, terlebih cuaca saat itu cukup bersahabat. Namun, ia mempertanyakan keputusan para pendaki yang memulai perjalanan di sore hari, mengingat waktu turun gunung akan berlangsung hingga malam.
Tiga pendaki yang melakukan perjalanan bersama ditemukan tewas pada Sabtu, sebelum operasi pencarian dihentikan karena kondisi pencahayaan yang semakin buruk dan risiko keselamatan yang meningkat.
Baca Juga: Lagi, Binaan Astra Honda Melesat Kencang di Barcelona Ciptakan Sejarah Untuk Indonesia.
Tim penyelamat dari Alpine Rescue Service menjelaskan bahwa kabut tebal dan jarak pandang yang minim membuat helikopter tidak bisa beroperasi saat fajar keesokan harinya. Setelah cuaca membaik, tim evakuasi bersama anjing pelacak diterbangkan ke ketinggian 2.600 meter dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Menjelang pagi, jasad dua pendaki yang sebelumnya dinyatakan hilang, seorang ayah dan putrinya, berhasil ditemukan.
(Hanifah Okta)