Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kasus Campak Melonjak di Indonesia 2026: 8.224 Suspek dan 4 Kematian, DIY dan Jawa Tengah Masuk 5 Provinsi Terparah, Segera Imunisasi Anak 

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:06 WIB

Tanda-tanda orang terkena campak.
Tanda-tanda orang terkena campak.

Radar Malioboro – Kasus campak di Indonesia kembali menjadi ancaman serius di awal tahun 2026.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan hingga minggu ke-7 (akhir Februari 2026), tercatat 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 4 kematian (Case Fatality Rate/CFR 0,05%).

Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia untuk jumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, setelah Yaman.

Data nasional menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Sepanjang 2025, kasus suspek mencapai 63.769 dengan 11.094 konfirmasi dan 69 kematian.

Lonjakan ini dipicu oleh penurunan cakupan imunisasi pasca-pandemi COVID-19, sehingga tercipta "immunity gap" atau celah kekebalan di masyarakat, terutama anak-anak.

Pada awal 2026, tercatat 21 KLB suspek campak di 17 kabupaten/kota serta 13 KLB terkonfirmasi di 9 kabupaten/kota, tersebar di 11 provinsi.

Lima provinsi dengan laporan KLB terbanyak adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi warga Jogja dan Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan, karena campak sangat menular melalui udara dan dapat menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia, ensefalitis, hingga kematian pada anak balita.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menekankan pentingnya imunisasi Measles Rubella (MR) sebagai pencegahan utama.

"Imunisasi campak lengkap (dosis 1 di usia 9 bulan, dosis 2 di usia 18 bulan, dan booster jika diperlukan) adalah kunci memutus rantai penularan. Kami sedang gencarkan imunisasi tambahan mulai Maret 2026, khususnya di daerah berisiko tinggi," ujarnya dalam konferensi pers akhir Februari lalu.

Bagi masyarakat di Yogyakarta, Solo, Semarang, dan seluruh Jawa Tengah, Dinas Kesehatan setempat telah memperkuat surveilans dan kampanye imunisasi di puskesmas serta sekolah PAUD/TK.

Gejala awal campak meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam merah yang muncul dari wajah ke seluruh tubuh.

Jika anak mengalami gejala tersebut, segera isolasi dan periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Indonesia berisiko gagal mencapai target eliminasi campak global 2026 jika tidak ada upaya luar biasa.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menegaskan bahwa vaksinasi adalah cara paling efektif melindungi anak dari penyakit yang sangat menular ini. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Case Fatality Rate #kasus campak #pneumonia #immunity gap #imunisasi MR Jogja #measles rubella #ensefalitis #kasus campak Indonesia 2026 #KLB campak DIY #campak Jawa Tengah #gejala campak anak