KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melepas sebanyak 10 ribu benih ikan di Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Selasa (09/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi Program Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Sosialisasi GEMARIKAN yang dipimpin Bupati Hamenang tersebut merupakan program strategis daerah dan nasional untuk meningkatkan konsumsi protein hewani, mendukung pertumbuhan anak, dan menekan angka stunting.
Poin utama sosialisasi antara lain berupa edukasi anak usia dini, yakni dengan cara mengajak siswa siswi PAUD, TK, hingga SD untuk membiasakan diri mengonsumsi ikan demi memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Baca Juga: Siap-Siap Pindah ke Negara Cryo! Ini 5 Fakta Snezhnaya di Genshin Impact yang Wajib Kamu Tahu
Berikutnya adalah kampanye menjadikan ikan sebagai sumber protein dan omega-3 yang sangat penting untuk tumbuh kembang maksimal, mencegah kekerdilan, serta meningkatkan kecerdasan anak.
Tak kalah penting adalah gerakan tebar benih, bahwa setiap momen sosialisasi selalu diikuti kegiatan pelepasan benih ikan lokal (ikan tawes) ke perairan setempat untuk menjaga ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan bersosialisasi, Bupati Hamenang secara aktif mendorong agar menu ikan segar disajikan secara rutin di meja makan keluarga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
"Misi khusus yang kita bawa dalam kegiatan gerakan makan ikan ini, agar anak anak kita ini, kelak menjadi generasi yang lebih sehat, cerdas dan tangguh atau kuat," kata Bupati Hamenang.
Dengan anak yang sehat, cerdas dan kuat, maka harapan selanjutnya adalah agar anak anak yang sudah biasa mengkonsumsi ikan ini, menjadi generasi penerus bangsa yang hebat.
"Tentu dengan biasa mengonsumsi makanan yang bergizi, utamanya membiasakan dengan makan ikan, maka anak anak tersebut tidak mudah sakit, mampu berpikir cepat, juga tangguh dalam hal energi atau tenaganya," tandas Hamenang.
Karena itu, menurut Hamenang, gerakan gemar makan ikan yang notabene juga menjadi program nasional tersebut, manfaatnya sangat besar.
"Tidak semua ikan harganya mahal. Banyak jenis ikan yang harganya lebih murah dari sumber protein yang lain. Ada yang lebih murah dari pada daging ayam. Karena itu, mari ibu ibu dan bapak bapak, kita mulai dari sekarang, biasakan untuk beli ikan, mengonsumsi ikan. Biasakan di meja makan selalu ada olahan dari ikan," ajak Hamenang bersemangat.
Agar anggota keluarga tidak jenuh atau bosan makan ikan, atau agar anggota keluarga menjadi suka mengonsumsi ikan, ibu-ibu diimbau untuk berinovasi dalam membuat olahan berbahan baku ikan. Menurut Hamenang, dalam penyajiannya, ikan tidak melulu digoreng atau dibakar, tapi bisa dimasak berkuah, atau dijadikan penganan camilan.
"Untuk Ibu Ibu ada PR ( Pekerjaan Rumah) ya, bahwa setelah kami hadir di sini, tolong dibantu agar sering sering membuat olahan berbahan ikan untuk keluarga," pesan Hamenang.
Sementara itu, untuk para kepala keluarga diberi PR agar menjaga, mengawal, dan mengontrol putra putrinya, dengan harapan anak anak mereka kelak bisa menjadi "patriot" bangsa.
"Selain memberi asupan gizi hewani dari ikan, mari kita jaga anak anak kita untuk tumbuh dan berkembang secara baik. Ayo kita tanamkan
watak dan karakter kebangsaan kepada mereka, " ujar Hamenang.
Pesan ini sengaja disampaikan Hamenang, karena anak anak saat ini hidup pada zaman yang serba maju yang didukung oleh pesatnya perkembangan teknogi dan derasnya arus informasi.
"Di dunia digital, di dunia maya, melalui HP, banyak hal hal yang belum saatnya untuk dilihat dan didengar oleh anak anak kita, tapi sangat mungkin sudah dilihat dan sampai di telinga dan otak anak anak kita. Nah dari itu, mari kita sebagai orang tua untuk memperhatikan anak anak kita, mengontrol anak anak kita dari risiko risiko buruk perkembangan teknogi dan derasnya arus informasi saat ini," pinta Hamenang.
Dalam acara sosialisasi ini, Bupati Hamenang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten, secara simbolis menyerahkan bantuan bibit ikan tawes yang diterima Kepala Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Khayun Nur Fajrin.
Selanjutnya bibit Ikan tawes berjumlah kurang lebih 10 ribu ekor tersebut ditebar ( dilepas) di perairan Embung Padukuhan Mijing, Desa Malangan, Kecamatan Tulung.
Tebar Bibit Ikan Untuk Kelestarian Ekosistem
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten Iwan Kurniawan mengatakan, hingga saat ini ( di tahun 2026 ) sedikitnya telah melakukan sosialisasi program gemar makan ikan di 10 titik yang tersebar di wilayah Klaten.
Setiap kegiatan sosialisasi, selalu disertai dengan pemberian bantuan bibit ikan dan tebar langsung. "Jika tidak salah, kegiatan seperti ini sudah berlangsung di 10 titik di wilayah Kabupaten Klaten. Dan gerakan gemar makan ikan ini akan terus berlangsung, karena ini juga menjadi program nasional. Tentang jumlah bibit ikan yang kita tebar, kita sesuaikan dengan luasan lahan. Ya, minimal setiap titik 10 ribu ekor bibit ikan, bisa lebih," katanya.
Ditegaskan bahwa tebar ikan di perairan umum ini memiliki misi penting. Di antaranya, pertama untuk meningkatkan populasi ikan di perairan umum. Kedua, untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Bahwa dengan perairan umum terjaga ekosistemnya, maka air menjadi sehat dan jernih, sehingga akan mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan ikan serta menjaga kelestarian lingkungan.
" Dampak positif berikutnya, tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahwa dengan populasi ikan yang meningkat, akan mendukung hasil tangkap ikan, dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Melihat akan pentingnya ekosistem ini, Bupati Hamenang dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten menyerukan agar masyarakat tidak lagi meracuni dan menyetrum ikan di perairan umum. Sehingga keberlangsungan ekosistem perairan umum, bisa terjaga untuk bisa dinikmati oleh masyarakat sekarang dan para generasi mendatang.
Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang Wajar Ismoyo menyitir perilaku anak anak zaman sekarang yang terkontaminasi virus pilih pilih makanan. Ironisnya, pilihannya cenderung makanan makanan instan. "Anak anak sekarang pilihannya simpel, termasuk dalam memilih makanan. Umumnya pilihannya adalah makanan makanan instan," kata Mbak Rani-- panggilan akrab istri Bupati Hamenang ini.
Dikatakan, pilihan makanan instan ini kurang baik untuk kesehatan badan. Karena itu, Mbak Rani mengimbau kepada para orang tua, khususnya ibu ibu untuk kembali memperhatikan menu makan keluarganya.
"Bahwa menu olahan rumah tangga itu jauh lebih baik dari pada makanan makanan isntan. Sebagai contoh ya ikan ini. Nilai gizinya, nilai protein sangat baik untuk kesehatan. Tidak hanya terhadap pertumbuhan dan kesehatan anak anak, tapi untuk segala umur, termasuk untuk orang dewasa dan lansia," tegasnya.
Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Manjakan Konsumen Lewat Program JUNIQUE
Bahkan zat zat gizi yang terkandung pada ikan, juga baik untuk pengganti diet. "Kami sudah melakukan. Sebagai contoh Mas Bupati Hamenang ini juga sudah mulai melakukan diet. Diet dengan lebih banyak mengkonsumsi ikan, dan mengurangi mengkonsumsi makanan makanan yang memiliki risiko kesehatan," ujarnya mencontohkan. Dengan banyak mengkonsumsi daging ikan, tidak hanya mencegah stunting atau kekerdilan, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan jantung.
Kepala Desa Malangan Khayun Nur Fajrin mengaku merasa terhormat dengan kehadiran Bupati Hamenang bersama jajarannya dalam kegiatan sosialisasi GEMARIKAN dan menebar benih ikan tersebut. Sebab Desa Malangan, menurutnya merupakan desa terjauh dari pusat ibukota Kabupaten Klaten, yang merupakan desa paling utara berbatasan langsung dengan desa desa di Kabupaten Boyolali.
"Sungguh kami merasa sangat bahagia, karena dikunjungi mas bupati. Sedikit gambaran, bahwa keberadaan kami berada di perbatasan, sehingga masyarakat kami banyak berinteraksi dengan masyarakat sebelah ( Boyolali)," katanya.
Bahkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan, sebelumnya manyak memanfaatkan fasilitas umum yang masuk Boyolali.
"Kira kira, kami ini baru sekitaran tahun 2021 mengupdate sarana prasarana, termasuk membangun joglo Asri sebagai media pertemuan warga kami. Ini pun belum selesai, belum bisa mengkeramik lantainya. Semoga dengan kehadiran dan kunjungi mas bupati ini, akan membawa berkah. Pelaksanaan pembangunannya bisa lebih baik, dan kesejahteraan masyarakat kami meningkat," ujarnya. ( jko )
Editor : Bahana.