KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar acara tasyakuran dan doa bersama dalam rangka menyambut kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Klaten tahun 1447 H (2026 M) yang telah kembali ke tanah air dengan selamat, Selasa (07/07/2026).
Acara yang berlangsung khidmat bertempat di Grha Bung Karno, Buntalan, Klaten Tengah, Kabupaten Klaten ini, dihadiri oleh Bupati Klaten bersama jajaran Forkopimda, OPD, tokoh agama, serta keluarga jemaah.
Seperti diketahui, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Klaten pada tahun 2026, sebanyak 1.114 orang, yang terdiri atas 530 jemaah laki-laki dan 584 jemaah perempuan. Ribuan jemaah tersebut diberangkatkan ke Tanah Suci dalam enam kelompok terbang (kloter), yakni kloter 20, 59, 60, 61, 62, dan 81. Para jemaah haji yang berangkat dari Klaten ini telah kembali ke Tanah Air secara bertahap sejak Juni 2026.
Ketua Panitia Penyelenggara Keberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Klaten 2026, Nur Kholis Arif Budiman menyampaikan rasa syukurnya, karena seluruh rangkaian ibadah haji untuk jemaah kloter awal hingga akhir berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Meski juga diakuinya, sedikitnya ada tiga jemaah yang meninggal di Tanah Suci karena sakit, dan satu jemaah lagi meninggal setelah kembali di rumahnya.
Baca Juga: Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin di Jerez
"Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, seluruh jamaah haji Klaten diberikan kesehatan dan keselamatan sejak keberangkatan hingga kepulangan kembali ke Tanah Air. Kita doakan bersama semoga menjadi haji yang mabrur dan mabruroh, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Klaten. Dan jemaah yang wafat semoga husnul khotimah," ungkapnya.
Acara tasyakuran diisi dengan majelis hadroh ASN Klaten, lantunan sholawat, tausiyah keagamaan, serta doa bersama untuk mendoakan keselamatan daerah dan bangsa. Isak tangis haru kebahagiaan tampak menyelimuti wajah para jamaah yang hadir, mengingat perjuangan mereka dalam menyelesaikan rukun Islam kelima tersebut. Sementara di antara mereka juga ada yang harus meninggal di Tanah Suci.
Sebagai bentuk rasa syukur, banyak jamaah yang menggelar acara serupa di lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan mengundang tetangga dan kerabat terdekat. Tradisi ini menjadi wujud ungkapan terima kasih atas doa yang diberikan masyarakat selama mereka berada di Tanah Suci.
Perwakilan jemaah haji 2026, H. Harjono dengan nada parau karena rasa haru, bangga dan gembiranya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, utamanya kepada Pemerintah Kabupaten Klaten yang telah membantu dan memfasilitasi dalam ibadah haji ini, sehingga dirinya bersama ribuan jemaah bisa berangkat dan kembali pulang dalam keadaan lancar.
“Sungguh luar biasa andil Pemerintah Kabupaten Klaten dalam musim haji tahun ini. Kehadiran Pemkab Klaten sangat membantu kami para jemaah haji,” katanya.
Harjono yang mantan Camat Trucuk ini mencontohkan, salah satunya sangu (Bekal) dari Pemerintah Kabupaten Klaten berupa lauk-pauk, seperti srundeng, dendeng, ikan asin dan lainnya. “Sangu lauk-pauk yang diberikan Pemerintah Kabupaten Klaten ini sangat membantu kami untuk tetap bisa lahap makan, sehingga kesehatan dan stamina kami selama di Tanah Suci terjaga dengan baik, dan kami bisa lancar dalam melaksanakan rukun haji,” lanjutnya.
Ia berharap musim haji yang akan datang, jauh lebih baik. Satu usul yang Harjono lontarkan, untuk tambahan lauk-pauk. Jika bisa ditambahkan adalah brambang goreng. Meskipun sepele, kata Harjono, brambang goreng ini bisa membangkitkan nafsu makan. “Juga jika boleh, para calon jemaah haji tahun-tahun ke depan, difasilitasi test kesehatan gratis,” harapnya yang disambut geeerrrr dan tepuk tangan para jemaah haji yang hadir.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo juga tak bisa menahan rasa haru dan gembiranya saat menatap raut wajah para jemaah haji seraya bersalaman dengan mereka. “Saya, atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Klaten ikut senang, dan bangga dengan kehadiran para jemaah. Semoga kalian menjadi haji yang mabrur, dan bagi jamaah yang sudah wafat mendahulu kita, kami doakan husnul khotimah,” katanya.
Mas Bupati--panggilan akrab Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo juga mengucapkan terima kasih dan bersyukur, jika para jemaah haji sebagaimana yang disampaikan oleh perwakilan jemaah, bahwa kehadiran atau campur tangan Pemkab Klaten dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, dinilai sangat membantu.
Baca Juga: TARS Perkenalkan DexHand, Tangan Robot yang Diklaim Semirip Tangan Manusia
Demikian halnya tentang usulan tambahan lauk-pauk berupa brambang (Bawang Merah) goreng, dan permintaan test kesehatan gratis untuk para calon haji tahun depan, Mas Bupati juga menyanggupinya. “Tentang permintaan tambahan lauk-pauk dan test kesehatan gratis pada musim haji tahun depan, mudah mudahan bisa kita wujudkan. Nanti kita masukkan sebagai perencanaan anggaran,” tuturnya.
Lebih lanjut Mas Bupati berharap, agar para jemaah haji yang sudah pulang tahun ini membawa dampak positif pada keluarga dan lingkungannya masing-masing. Satu hal yang mendasar dan harus dipegang adalah tentang ketaqwaan dan keimanan.
Menurutnya, terhadap ketaqwaan dan keimanan ini, telah membuatnya miris. Sebab, pada kenyataannya pada zaman yang serba modern dan maju ini, juga telah membawa dampak yang negatif. “Bahwa derasnya arus informasi, dan zaman yang serba digital ini, jika tidak disikapi dengan baik, dengan bijaksana, akan membawa dampak yang negati bagi anak-anak kita,” ungkapnya.
Karena itu kepada para jemaah haji diwanti-wanti agar membawa dampak positif terhadap lingkungannya. Bisa menularkan rasa keimanan, dan ketaqwaannya. “Keimanan dan ketaqwaan adalah pondasi masa depan keluarga, bangsa dan negara. Karena itu para jemaah yang baru saja melaksanakan perjalanan spiritual, kami melihatnya para jemaah ini adalah orang-orang pilihan, dan jika dengan tekad yang kuat dan sungguh sungguh akan membawa dampak positif di tengah masyarakat, khususnya tentang ketaqwaa dan keimanan,” tandasnya.
Acara tasyakuran dan doa bersama dalam rangka menyambut kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Klaten tahun 1447 H (2026 M) diakhiri dengan penyerahan kartu tanda anggota Ikatan Persatuan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Klaten, yang secara simbolis diserahkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo kepada perwakilan tiga jemaah haji, H. Budi Santoso, H Joko Darmana, dan H Ferry Haryanto. Dan ditutup denga foto bersama dengan para jemaah haji. (jko)
Editor : Bahana.