Pemkab Klaten Komitmen Bersama Kembangkan Perkebunan dan Pertanian

joko suhendro • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:29 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi menunjukkan berita acara kerja sama bidang perkebunan dan pertanian dalam perayaan Hari Jadi 222 Kabupaten Klaten di Alun Alun Klaten, Selasa ( 28/07/2026) - Joko Suhendro
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi menunjukkan berita acara kerja sama bidang perkebunan dan pertanian dalam perayaan Hari Jadi 222 Kabupaten Klaten di Alun Alun Klaten, Selasa ( 28/07/2026) - Joko Suhendro

KLATEN-Di tengah pelaksanaan upacara Hari Jadi 222 Kabupaten Klaten di Alun Alun Klaten, Selasa ( 28/07/2026), dilakukan penandatanganan kerja sama bidang perkebunan dan pertanian antara Pemkab Klaten dengan Pemkab Gayo Lues.

Kerja sama strategis ini, menandai langkah konkret percepatan pengembangan potensi unggulan daerah masing masing, utamanya sektor perkebunan dan pertanian.

Fokus utama kerja sama adalah optimalisasi sumber daya daerah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Kedua daerah, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Gayo Lues menargetkan peningkatan nilai tambah produk unggulan bidang perkebunan kopi, dan buah durian. Sekaligus
pembukaan peluang usaha baru, serta perluasan akses pasar yang lebih kompetitif.

Kelak, ruang lingkup kerja sama mencakup sektor strategis lain, mulai dari sektor pariwisata dan budaya, industri dan UMKM, hingga pertanian serta perkebunan lainnyam.

"Sektor-sektor ini  memiliki daya ungkit tinggi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Penguatan promosi potensi daerah secara terintegrasi, kelak juga diarahkan untuk meningkatkan daya tarik investasi," kata Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.

Implementasi kesepakatan ini dijabarkan dalam perjanjian kerja sama teknis yang dilaksanakan oleh kedua kepala daerah tersebut. Langkah ini memastikan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada komitmen, tetapi berlanjut pada aksi nyata yang terukur hingga tahun-tahun ke depan.

Baca Juga: Rayakan Hari Jadi ke-222, Klaten Tekankan Semangat Bersinar dan Gotong Royong

Mas Bupati--panggilan akrab Bupati Klaten menambahkan, penandatanganan MoU ini, sekaligus sebagai tindak lanjut komitmen kerja sama dan saling bertemu pada April lalu. Saat itu, Mas Bupati turut ambil bagian dalam momentum penting kerja sama antardaerah antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Aceh yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama senilai Rp1,06 triliun di Kantor Gubernur Aceh (23/04/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mas Bupat juga menggagas kerja sama antarkabupaten antara Klaten dan Gayo Lues, tentang Pengembangan Potensi Unggulan Daerah, khususnya di bidang pariwisata dan budaya, industri dan UMKM, serta pertanian dan perkebunan.

Mas Bupati menyampaikan bahwa keikutsertaan Kabupaten Klaten dalam kerja sama saat itu, merupakan bentuk komitmen untuk memperluas jejaring pembangunan sekaligus memperkuat solidaritas antardaerah di Indonesia.
Kala itu, selain membangun kesepakatan bersama, Mas Bupati juga menyerahkan bantuan Korpri Peduli Bencana sebesar Rp 1 miliar. Sebagaimana diketahui, Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang dan longsor cukup parah. Oleh karena itu, bantuan dari Korpri Klaten saat itu dialokasikan untuk membangun kembali sejumlah jembatan penghubung antardesa yang rusak agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali lancar. 

Kerja sama antara Kabupaten Klaten dan Gayo Lues ini menjadi bagian dari sinergi yang lebih luas antara Jawa Tengah dan Aceh, yang mencakup berbagai sektor strategis dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si menyambut dengan antusias dan optimisme tinggi atas kerja sama tersebut. Bahkan sebelum melakukan tanda tangan kerja sama ini, ia telah melakukan orientasi lapangan di sekitar lereng merapi selama dua hari. "Sejak dua hari kemarin, kami sudah bermalam di Klaten. Kehadiran kami untuk melihat langsung potensi yang ada, dengan mengelilingi Gunung Merapi," tuturnya.

Pertunjukkan pragmen yang menceritakan berdirinya Kabupaten Klaten sejak 222 tahun lalu hingga perkembangannya saat ini pada saat upacara Hari Jadi 222 Kabupaten Klaten di Alun Alun Klaten, Selasa (28/07/2026) - Joko Suhendro
Pertunjukkan pragmen yang menceritakan berdirinya Kabupaten Klaten sejak 222 tahun lalu hingga perkembangannya saat ini pada saat upacara Hari Jadi 222 Kabupaten Klaten di Alun Alun Klaten, Selasa (28/07/2026) - Joko Suhendro

 

Saat mengelilingi kaki merapi, ia menyempatkan singgah di beberapa titik umbul ( mata air ). Suhaidi mengaku, bahwa geografi dan potensi yang dimiliki Klaten, banyak yang sama dengan kabupaten yang dipimpinnya. "Karena itu, kami sangat antusias untuk melakukan kerja sama ini. Saat ini kami fokus untuk kembangkan sektor perkebunan kopi dan juga memungkinkan untuk kebun durian. Di sini akan kita kembangkan Kopi Gayo yang merupakan produk unggulan kopi kami. Dari kerja sama ini, nanti apa yang dibutuhkan Klaten, kita bantu. Misal pendampingan, pengolahan tanah, bibit, cara tanam, hingga kedepan cara panen dan pemasarannya," tuturnya.

Baca Juga: Siap-Siap! NO NA Bakal Comeback Lewat Single "Honk", Bawa Nostalgia Angkot Y2K

Ia menegaskan kesiapan penuh untuk membangun kolaborasi yang aktif, progresif. “Kerja sama ini kami sambut dengan suka cita. Mari kita membangun kolaborasi yang aktif dan progresif demi mendorong kemajuan bersama. Kami juga menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Klaten bagi masyarakat Gayo Lues yang terdampak bencana hari lalu. Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas antardaerah,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Gayo Lues memiliki profil kewilayahan yang mirip dengan Klaten. Kabupaten ini memiliki fokus pembangunan pertanian dan perkebunan sebagai daerah sentra Kopi Arabika Gayo, sayur dataran tinggi dan buah durian. Dengan luas wilayah 5.719, 58 kilo meter persegi, Pemkab Gayo Lues terdiri 11 kecamatan dan 146 desa plus empat kalurahan. 
Sebagaimana Klaten yang memiliki risiko kebencanaan akibat sebagain wilayahnya berada  pereng Gunung Merapi, Gayo Lues juga sama. Bedanya, kalau Klaten risikonya berasal dari gunung berapi, sementara Gayo Lues dari sungai. Bahkan Gayo Lues saat ini harus memperpanjang status transisi darurat pascabencana setelah diterjang banjir bandang di Kecamatan Rikit Gaib belum lama ini.(jko)

 

 

Editor : Bahana.
hari jadi klaten Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo klaten pemkab klaten