Mendengar sedikit presentasi dari seorang Kepala OPD perihal peninggalan sejarah lainnya yang ada kaitannya dengan keberdaan Titik Nol, yakni sendang kuno bernama Sendang Kanjengan yang berada di dalam bangunan Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten, yang mana lokasinya hanya berjarak sekitar 500 meter sebelah utara dari lokasi Titik Nol, Mas Bupati pun bergegas pindah mengunjungi sendang tersebut dengan berjalan kaki.
Ketika tiba di lokasi, Mas Bupati pun seperti terperanjat melihatnya. “Wah eman eman iki, kog ra terawat. Banyune reget (Waduh kasihan, kog tidak dirawat. Airnya kotor),” teriak Mas Bupati saat melihat sendang itu dari atas pagar sendang.
Setelah itu, Mas Bupati mengamati sendang yang jika dilihat dengan kasat mata menyerupai goa itu. Posisi sendang berada bagian belakang di bawah lantai kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan. Kanan kiri sendang berupa dinding tembok. Untuk bisa menyentuh air sendang, dibangun pondasi anak tangga.
Melihat kondisi tersebut, Mas Bupati langsung memanggil Pj Sekda (Jaka Purwanto) yang mendampinginya.
Baca Juga: Nyaris Tak Terdengar, Mas Bupati Kunjungi Titik Nol Klaten: Bukti Sejarah Terbentuknya Klaten!
Sekda diperintahkan untuk memberikan perhatian terhadap sendang tersebut. “Entah bagaimana caranya, tolong Pak Sekda, sendang bersejarah ini diperhatikan. Karena ini merupakan salah satu bukti sejarah Klaten. Siapa tahu kelak bisa menjadi salah satu destinasi wisata Klaten,” kata Mas Bupati, yang di-iya-i Pj Sekda, Jaka Purwanto.
Untuk diketahui, sendang yang bearada di dalam gedung Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten ini bernama Sendang Kanjengan, yakni sebuah mata air kuno peninggalan Keraton Surakarta yang terletak di Jalan Lombok Nomor 2, Kanjengan, Kelurahan Bareng, Klaten Tengah.
Lokasinya berada di lantai 1 bangunan kantor tersebut dengan kedalaman sekitar 3 meter dari lantai. Sendang tersebut memiliki ukuran sekitar 3 x 1,5 meter, dengan kondisi airnya jernih (meski permukaannya terlihat berlumut), tidak pernah kering atau surut meskipun sering dikuras. Permukaan airnya juga tidak pernah bertambah meski di musim hujan.
Mas Bupati berharap, Pemkab Klaten bisa melestarikan sumber atau mata air ini. Dan jika perlu kelak bisa dibangun, sehingga sendang tersebut memiliki manfaat yang lebih luas, dan menjadi daya tarik masyarakat.
“Jika saat ini masih sebatas diigunakan oleh pegawai untuk keperluan harian seperti wudu serta menjadi daya tarik bagi tamu, kita berharap sendang ini bisa bermanfaat yang lebih baik dan lebih banyak bagi masyarakat,” kata Mas Bupati kepada wartawan usai melihat sendang tersebut sambil berlalu menuju ruang perpustakaan yang berada satu atap denga Sedang Kanjengan ini. (jko)
Editor : Bahana.