Bupati Gunungkidul Desak Jalan Tol Tak Berhenti di Bokoharjo, Ingin Langsung Masuk ke Wilayahnya

Editor Content • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 00:03 WIB
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melihat peta rencana pengembangan akses jalan tol menuju wilayah Gunungkidul dalam audiensi dengan Jasa Marga. (Dok. Pemkab Gunungkidul)
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melihat peta rencana pengembangan akses jalan tol menuju wilayah Gunungkidul dalam audiensi dengan Jasa Marga. (Dok. Pemkab Gunungkidul)

 GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tak ingin peluang besar terlewat. Saat jaringan jalan tol terus dikembangkan hingga Bokoharjo, Sleman, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih secara langsung mendorong agar jalur tersebut dilanjutkan masuk ke wilayah Gunungkidul. Ia melihat akses baru ini sebagai pintu gerbang penting untuk membuka kawasan wisata dan wilayah utara yang selama ini relatif terpencil.

Permintaan tersebut disampaikan Endah saat bertemu Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, di Kantor Jasa Marga, Gerbang Tol Purwomartani, Sleman, Rabu (5/8/2026). Dalam pertemuan itu, Bupati Gunungkidul menekankan pentingnya kelanjutan proyek agar tidak berhenti di perbatasan.

“Kami berharap tol ini nanti tidak berhenti hanya sampai di Bokoharjo, tetapi bisa juga sampai dengan di Kabupaten Gunungkidul,” ujar Endah.

Jika tersambung, jalur tol tersebut diyakini akan memangkas waktu tempuh menuju Nglanggeran, salah satu destinasi unggulan yang selama ini menjadi magnet wisatawan. Selain Nglanggeran, akses baru juga berpotensi memperlancar perjalanan ke kawasan pegunungan di sisi utara hingga Gunung Gambar. Pemerintah daerah menilai peningkatan konektivitas ini krusial untuk menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari homestay, kuliner, hingga produk pertanian warga.

Baca Juga: Setelah Bertahun-tahun Tertunda, Tim Pengadaan Mulai Survey Lahan Pengganti TKD Palihan Kulon Progo

Dari sisi Jasa Marga, pembangunan akses tol saat ini masih dalam proses dari Purwomartani menuju Bokoharjo. Rivan Achmad Purwantono menjelaskan bahwa konektivitas tersebut nantinya akan memperluas jangkauan wisatawan yang masuk melalui jaringan tol dari berbagai daerah. Ia juga menyoroti keberadaan jalan lingkar di Bokoharjo yang memiliki panjang 27 kilometer. Dari total itu, masih tersisa sekitar tiga kilometer yang belum dibangun.

“Jasa Marga juga menyoroti potensi jalan lingkar di Bokoharjo sepanjang 27 kilometer yang saat ini hanya menyisakan pembangunan tiga kilometer lagi, dan ini juga dapat menjadi potensi jalur ramai menuju tempat wisata,” kata Rivan.

Jalan lingkar tersebut dipandang bisa menjadi jalur pendukung yang ramai jika terintegrasi dengan jaringan tol. Bagi Gunungkidul, kelanjutan proyek ini bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan peluang untuk mengubah peta pariwisata dan perekonomian di wilayah utara. Selama ini, akses menuju kawasan tersebut masih mengandalkan jalan-jalan biasa yang memakan waktu lebih lama.

Pertemuan antara Bupati Endah dan Dirut Jasa Marga menjadi sinyal bahwa pemkab serius mengawal isu konektivitas.

Jika usulan tersebut mendapat dukungan, Gunungkidul berpeluang memiliki pintu masuk baru yang lebih cepat dan nyaman bagi wisatawan. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan daerah.

Baca Juga: Ratusan Siswa di Nanggulan Diduga Keracunan MBG, Dinkes Kulon Progo Kesulitan Ambil Sampel Makanan

Saat ini, masyarakat dan pelaku usaha di kawasan utara Gunungkidul menunggu kepastian lanjutan.

Mereka berharap dorongan yang disampaikan Bupati bisa menjadi langkah awal menuju realisasi. Dengan akses yang lebih baik, potensi wisata alam, budaya, dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut bisa berkembang lebih optimal. (cr1) 

 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
jalan tol Gunungkidul tol Bokoharjo Sleman Bupati Endah Gunungkidul akses wisata Nglanggeran Jasa Marga DIY