KULON PROGO - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kulon Progo terus melakukan berbagai upaya strategis guna menggenjot serta mempercepat proses pendaftaran warga ke aplikasi portal Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Langkah pendaftaran secara masif ini dinilai sangat krusial karena keberadaan data Perlinsos memegang peranan yang amat vital dalam mekanisme pemutakhiran, pengajuan, hingga proses distribusi berbagai bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat.
Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Kulon Progo, Ernawati Sukeksi, menyampaikan rasa optimisme yang sangat tinggi terkait target pemutakhiran data seluruh warga masyarakat di wilayah Bumi Binangun agar terakomodasi secara menyeluruh dalam portal Perlinsos.
Berdasarkan catatan serta rekapitulasi data paling mutakhir dari Dinsos PPPA, jumlah warga masyarakat yang telah berhasil terdaftar secara resmi di dalam platform digital Perlinsos telah menembus angka sebanyak 20.232 Kepala Keluarga (KK).
Kendati angka capaian tersebut telah menyentuh puluhan ribu KK, Ernawati menegaskan bahwa hasil yang diraih saat ini sebenarnya masih tergolong cukup jauh jika dibandingkan dengan target total akhir yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sendiri mematok target capaian yang cukup besar, yakni mendaftarkan setidaknya sebanyak 159 ribu KK ke dalam portal digital Perlinsos sebelum mengakhiri kalender kerja pada tahun 2026 mendatang.
Guna dapat mengejar serta merealisasikan target capaian raksasa tersebut, peranan dan kinerja dari para agen Perlinsos di tingkat lapangan menjadi kunci utama yang amat menentukan keberhasilan pemutakhiran data sosial warga masyarakat.
Menurut data dinas, total personel agen Perlinsos yang saat ini sudah terdaftar secara resmi serta memegang hak akses khusus untuk mendaftarkan data warga masyarakat di Kulon Progo sebenarnya telah mencapai 1.858 orang.
Jajaran agen terdaftar yang tersebar luas tersebut terdiri dari gabungan berbagai elemen penggerak masyarakat, mulai dari personel pendamping PKH, jajaran perangkat kalurahan, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga para kader posyandu di wilayah setempat.
Namun demikian, berdasarkan evaluasi di lapangan, dari total keseluruhan ribuan agen yang mengantongi hak akses tersebut, baru terdapat sekitar 540 agen saja yang tercatat aktif secara intensif melakukan pendaftaran warga secara langsung.
Kendati tingkat keaktifan agen secara keseluruhan belum maksimal, capaian puluhan ribu KK yang ada saat ini membuktikan bahwa sebagian agen telah berjuang keras dan mendedikasikan tenaga mereka secara luar biasa di lapangan.
Salah satu bentuk dedikasi dan contoh keberhasilan terbaik di lapangan ditunjukkan oleh jajaran agen Perlinsos yang bertugas di wilayah Kapanewon Sentolo, yang berhasil mencatatkan angka capaian pendaftaran warga paling dominan.
Para agen Perlinsos di wilayah Kapanewon Sentolo secara gencar menginisiasi dan menerapkan metode strategi jemput bola dengan cara mendatangi serta menyambangi kediaman rumah warga masyarakat secara langsung satu per satu.
Penerapan strategi lapangan metode jemput bola tersebut terbukti mampu mengakselerasi dan mempercepat proses pendaftaran data Perlinsos secara intensif, akurat, serta dapat diselesaikan dalam tempo waktu yang relatif jauh lebih singkat.
Atas keberhasilan contoh tersebut, pihak Dinsos PPPA sangat berharap agar para agen di wilayah kapanewon lainnya dapat segera meniru langkah positif tersebut serta mengoptimalkan sisa waktu yang ada untuk menggenjot capaian pendaftaran.
Ernawati meminta dengan sangat agar seluruh personel agen Perlinsos dapat bergerak cepat mendaftarkan seluruh warga di wilayahnya masing-masing tanpa ada satu pun warga masyarakat kurang mampu yang terlewat atau tertinggal.
Ketelitian dan ketuntasan pendaftaran data ini sangat penting karena keterdaftaran akun warga di portal Perlinsos akan menjadi syarat penentu utama dalam kelayakan pengajuan serta penerimaan berbagai program bantuan sosial dari pemerintah.
Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal keberhasilan program ini, Pemkab Kulon Progo turut memberikan dukungan penuh berupa penyelenggaraan berbagai program pelatihan bimbingan teknis (bimtek) penggunaan platform digitalisasi Perlinsos bagi para agen.
Kegiatan bimbingan teknis ini diselenggarakan secara berkala agar seluruh agen lapangan dapat mengoperasikan aplikasi secara optimal, mahir, serta terhindar dari potensi timbulnya kendala teknis maupun kegagalan proses pendaftaran data warga.
Di samping memfokuskan peningkatan kapasitas agen, Pemkab Kulon Progo juga secara tegas mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan para agen untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman maraknya modus penipuan baru.
Imbauan kewaspadaan ini dikeluarkan setelah ditemukannya indikasi pendaftaran oleh oknum agen Perlinsos gadungan di beberapa wilayah lain yang secara ilegal mengakses serta menyalahgunakan data pribadi masyarakat demi meraup keuntungan pihak tertentu.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja