RADAR MALIOBORO – Tim Cerdas Cermat SMAN 2 Kebumen menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara pertama dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Edukasi HIV/AIDS. Kompetisi ini diadakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kebumen sebagai bagian dari peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, diadakan pada 27 November di Pendopo Kabumian.
Acara ini diikuti oleh perwakilan dari 26 sekolah di Kebumen, dengan empat tim terpilih untuk berlaga di final, yaitu SMAN 1 Rowokele, SMAN 1 Petanahan, SMAN 2 Kebumen, dan SMA VIP Al Huda Jetis. Pertarungan di babak final berlangsung ketat, dengan tim SMAN 2 Kebumen, yang terdiri dari Tsaniya Salsabila, Satrio Ibrahim, dan Alif Dezky Aulia, berhasil meraih total poin 1.300. Sementara, SMAN 1 Petanahan dan SMK VIP Al Huda Jetis mengumpulkan 600 dan 500 poin, diikuti SMAN 1 Rowokele dengan 300 poin.
Para pemenang menerima penghargaan dalam bentuk uang pembinaan dan trofi. Juara pertama mendapatkan Rp1.750.000, juara kedua Rp1.500.000, juara ketiga Rp1.000.000, serta juara harapan mendapatkan Rp500.000. Penyerahan hadiah berlangsung di acara puncak peringatan Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2025, yang dihadiri oleh Bupati Kebumen.
Tsaniya Salsabila, salah satu anggota tim SMAN 2 Kebumen, menyatakan kebahagiaannya atas kemenangan ini. Ia mengakui bahwa pertanyaan mengenai perilaku berisiko menjadi tantangan tersulit bagi timnya. Tsaniya mengimbau generasi muda untuk menjauhi perilaku berisiko dan aktif menyebarkan informasi mengenai HIV/AIDS.
Di sisi lain, Firsty dari KPA Kabupaten Kebumen menyampaikan keprihatinan mengenai data kasus HIV/AIDS di kalangan pelajar. Sejak 2003, tercatat 68 pelajar/mahasiswa di Kebumen terpapar HIV/AIDS, dengan 11 di antaranya dinyatakan positif pada tahun 2025. Ia berharap peserta lomba dapat menjadi duta perubahan dalam menyebarluaskan edukasi mengenai virus ini.
Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 mengangkat tema "Overcoming disruption, transforming the AIDS response," yang menekankan pentingnya kepemimpinan politik, kerja sama internasional, dan perlindungan hak asasi manusia untuk mengakhiri epidemi AIDS menjelang 2030. Dalam konteks nasional, tema yang diusung Kementerian Kesehatan RI adalah “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, juga mengingatkan bahwa saat ini adalah waktu untuk berubah dan berinvestasi dalam pencegahan serta akses pengobatan bagi semua orang, demi mengakhiri epidemi AIDS secara permanen.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin